Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Tegal. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Maret 2011

Air Panas Guci

Objek Wisata Guci Berbatasan dengan Brebes dan Pekalongan Obyek Wisata Guci berada di kaki Gunung Slamet. Guci yang secara geografis masuk ke wilayah Kabupaten Tegal ini merupakan daerah subur yang berudara dingin. Suasana pegununungan sudah tampak ketika kita memasuki daerah kabupaten Tegal. Guci ini tepatnya berlokasi di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Sebelum memasuki obyek wisata pemandian air panas Guci itu akan kita lewati daerah subur dengan pemandangan sawah, perkebunan sayur dan bawang merah akan mendominasi sepanjang kanan dan kiri jalan yang kita lalui. Rasa tak sabar ingin merasakan air yang konon berkhasiat di Guci terhibur dengan pemandangan indah dan udara sejuk itu. Jalan raya menuju Guci yang tidak terlalu ramai semakin merasuk ke dalam jiwa serta membangkitkan suasasa pedesaan nan damai.

Sekitar lima kilometer lagi menuju lokasi, tampak vila-vila atau pemondokan yang berjejer dipinggir disewakan untuk menampung para pelancong yang ingin bermalam. Tegal tidak hanya dikenal dengan Gucinya, teh pocinya tidak boleh dilupakan untuk dicicipi. Rasanya kurang afdol jika sudah sampai di Tegal tidak menghirup tehnya yang kental dan manis. Pocinya yang terbuat dari tanah liat menambah kenikmatan tersendiri.

Menurut mitos yang telah beredar selama ratusan tahun, air panas Guci adalah air yang diberikan Walisongo kepada orang yang mereka utus untuk menyiarkan agama Islam ke Jawa Tengah bagian barat di sekitar Tegal. Karena air itu ditempatkan di sebuah guci (poci), dan berkhasiat mendatangkan berkat, masyarakat menyebut lokasi pemberian air itu dengan nama Guci.

Monumen Bahari

Monumen Bahari adalah tugu peringatan yang terletak di Kota Tegal, Jawa Tengah. Berada di area objek wisata Pantai Alam Indah, monumen ini diresmikan pada tanggal 20 Desember 2008 oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Tedjo Edhi Purdijatno SH, disaksikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih MSi dan Walikota Tegal, Adi Winarso S.Sos.
Kota Tegal dikenal sebagai Kota Bahari karena selain secara geografi terletak di pesisir Pantura Jawa Tengah, kota ini juga menjadi tempat didirikannya Badan Keamanan Rakyat – Laut (BKR Laut) pada awal kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai cikal bakal dari pembentukan TNI Angkatan Laut saat ini.
Heroisme para pendahulu BKR yang berintikan pemuda-pemuda dari komponen bangsa saat itu antara lain mantan Kaigun Heiho, karyawan Jawa Unko Kaisha, dan siswa serta guru Sekolah Pelayaran Tinggi Tegal telah menorehkan tinta emas dalam perjalanan sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia hingga di kemudian hari menjadi TNI Angkatan Laut.
Selain perwujudan penghargaan terhadap pendahulu yang meletakkan dasar kebaharian di Tegal, pembangunan Monumen Bahari merupakan sarana mengenang peristiwa bersejarah sebagai upaya pewarisan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa kepada generasi muda dalam mengisi pembangunan nasional selanjutnya.
Monumen Bahari dibangun di atas lahan seluas 12.000 meter persegi, dengan luas bangunan 5.000 meter persegi. Bangunan fisik monumen menyerupai kapal perang, terdiri atas berbagai alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang sudah tidak terpakai.
Alat-alat tersebut merupakan sumbangan dari TNI AL, antara lain berupa kendaraan tempur tank PT 76, kendaraan tempur Pintam BRDM, pesawat udara Nomad N-22, meriam darat, bouyance, lampu navigasi, jangkar dan rantai, ranjau tanduk, serta torpedo MK 44.

Museum Diponegoro

Museum Diponegoro Perjuangan melawan pemerintah kolonial tidak hanya dilakukan melalui perlawanan fisik, tetapi juga upaya peningkatan kesejahteraan rakyat. Ini ditandai dengan berdirinya perkumpulan yang kemudian kita kenal sebagai perusahaan Asuransi Bumi Putra 1912 yang di mulai di Magelang. Selain itu, ketika dimasa revolusi Ibu Kota Pemerintahan di pindahkan ke Jogjakarta, beberapa cikal bakal badan kelengkapan pemerintahan dibentuk di Magelang, seperti Badan Pemeriksa Keuangan dan sebagainya.

Di masa kemerdekaan, pendidikan kemiliteran banyak dilaksanakan di Magelang. Salah satu yang bisa kita saksikan adalah perkembangan pedidikan calon perwira militer di Akmil, dari masa ke masa bagaimana pendidikan ini dilaksanakan bisa kita saksikan di Museum Abdul Jalil.

Gunung Tanjung

Gunung Tanjung yang berlokasi di Desa Lebaksiu Tegal Jawa Tengah sekitar 7 km dari pusat pemerintahan. Gunung Tanjung merupakan wilayah pegunungan di mana Syech Maulana Maghribi dimakamkan.

Tempat ini memiliki daya tarik alam pegunungan yang sejuk, kolam renang dengan air yang hangat dan dingin serta memiliki sumber air panas yang berkhasiat. Akomodasi pada objek wisata ini pun cukup mudah didapat dan terdapat banyak hotel dan vila untuk Anda beristirahat ataupun menginap.

Sebenarnya masih banyak objek wisata air yang potensial di Tegal. Sayangnya, karena kurangnya promosi, akses yang masih terbilang sulit, sarana dan prasarana yang kurang memadai, serta kurangnya pemeliharaan, tempat-tempat itu pun belum dapat terekspos secara maksimal.

Waduk Cacaban

Waduk Cacaban adalah sebuah bendungan yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Indonesia. Luas areal waduk adalah 928,7 ha dan berisi air sebanyak 90 juta m³. Waduk ini didukung dengan latar belakang pemandangan hutan dengan panorama yang indah.
Waduk Cacaban diresmikan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1952. Waduk ini sebenarnya berfungsi mengairi sawah-sawah di sekitarnya, namun juga difungsikan sebagai obyek wisata. Letaknya tidak jauh dari Slawi, lebih kurang 9 km ke arah timur tepatnya di desa Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, dan merupakan salah satu obyek wisata di daerah tersebut. Cacaban adalah objek wisata andalan di Kabupaten Tegal, selain Wisata Guci dan Pantai Purwahamba Indah. Wisatawan dapat menikmati suasana santai, dengan memancing ikan, jalan-jalan di atas bendungan ataupun dapat mengelilingi waduk dengan kapal motor. Adapun makanan khasnya adalah aneka ikan air tawar yang setiap saat tersedia.
Fasilitas wisata yang ada:
  • Arena pemancingan yang luas
  • Jalan-jalan di atas waduk/bendungan
  • mengelilingi waduk dengan kapal motor
  • sepeda air
Karena dari segi kualitas lingkungan kondisi Cacaban sedang menurun, oleh kantor pariwisata setempat telah diupayakan penggalakan agrowisata dengan menanami sebagian wilayah Cacaban dengan tanaman buah-buahan.