Tampilkan postingan dengan label Nusa Tenggara Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nusa Tenggara Barat. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2012

Campa

Campa adalah salah satu desa kecil yang letaknya di kabupaten Bima, NTB, khususnya di kecamatan Madapangga. Letaknya memang jauh dari keramaian, tetapi campa juga menyimpan keindahan alam yang mungkin banyak orang yang belum tahu akan hal ini. Contohnya seperti wana wisata OI TABA, kalo yang ini mungkin sudah banyak yang tahu, tetapi ada satu tempat yang belum orang tahu letaknya yaitu AIR TERJUN, kalau dilihat air terjun ini bisa dikelola untuk dijadikan sebagai wana wisata. Untuk foto-fotonya saya ambil dari anak-anak KASMAPALA SMA 1 Kota BIMA (thanks n maaf sudah posting fotonya tanpa ijin).
Berikut ini adalah foto-foto wana wisata OI TABA Campa, bentuk wana wisata ini adalah semacam tempat meluncur tapi bedanya tempat meluncur di OI taba ini di bentuk oleh alam

Wisata Alam Soromandi Bima

Wisata Alam Soromandi Bima adalah salah satu kota kecil yang terletak di ujung timur Propinsi NTB (Nusa Tenggara Barat), di bumi Ngaha Aina Ngoho ini tersimpan banyak sekali aset-aset alam yang menyimpan sejuta pesona yang masih belum terjamah, dan perlu untuk di gali dan dijadikan sebagai objek wisata. Aset alam ini bisa dijadikan sebagai daya tarik para wisatawan domestik maupun asing. Gambar-gambar yang saya ambil disini merpakan hasil jepretan dari komunitas pecinta alam bima "KOPA MBOJO" (untuk komunitas kopa mbojo maaf sudah mengambil hasil jepretan anda tanpa ijin, tujuan saya disini adalah mengkomersilkan bumi Ngaha Aina Ngoho).

Pantai Lawata

Pantai Lawata adalah berupa sebuah “tonjolan” ke teluk Bima. Di Lawata terdapat sebuah bukit kecil yang memiliki beberapa buah gua kecil.Lawata memang sudah sejak dulu menjadi sebuah obyek wisata atau tempat piknik bagi masyarakat Bima. Lawata terletak hampir di luar kota Bima Pantainya bukanlah tempat yang bagus untuk bermain air, namun air (laut)nya bisa dibilang cukup jernih walaupun kadang berlumpur dan banyak batu-batu yang berserakan. Karena historinya, Lawata kemudian “dibangun”, dibuatkan banyak “cottage” yang berderet di sepanjang pantainya. Setiap cottage memiliki bagian “dalam” yang bisa digunakan untuk lesehan, bagian luar/depan yang bisa digunakan untuk memandang ke arah laut/teluk, dan tempat berbeque di sebelah luar/belakang. Tampaknya, setiap cottage cukup untuk sebuah keluarga atau rombongan yang lebih dari 10 orang.

Sumber : bimakab.go.id

Pantai Ria

Pantai Ria Terletak di wilayah pantai sebelah Barat Teluk Cempi yang indah. Pantai Ria yang alami dengan pasir putihnya yang lembut merupakan salah satu wilayah terpencil di Sumbawa Tengah dengan keindahannya yang agung, tempat dimana anda bisa melarikan diri dari rutinitas yang melelahkan dan bersantai bersama keluarga

Pantai Kalaki

Pantai Kalaki adalah pantai berpasir yang cukup landai, terletak di sebelah selatan kota Bima. Dari kota Bima, melewati Lawata menuju ke arah Lapangan Terbang Palibelo. Di Kalaki, pengunjung bisa bermain air laut yang dangkal, atau piknik sambil menikmati pemandangan laut teluk Bima. Pengunjung Pantai Kalaki umumnya berasal dari kota Bima dan dari kecamatan Woha dan Belo/Palibelo. Pada waktu liburan seperti saat Aru Raja (Lebaran), pantai Kalaki ramai sekali. Para pedagang jauh-jauh hari sudah mendirikan tenda-tenda di pinggir jalan sepanjang pantai. Sebenarnya, pantai Kalaki tidaklah terlalu bagus. Pasirnya bercampur lumpur sehingga kalau dilalui akan menjadi keruh. Di samping itu terdapat banyak batu-batu yang cukup tajam jika diinjak, dan tentu sangat tidak nyaman karena bisa menyandung. Pantai juga terlalu landai sehingga untuk mendapatkan kedalaman yang cukup untuk berenang atau menyelam, pengunjung harus masuk jauh ke dalam laut.
Jika air laut surut, pemandangan menjadi tidak sedap lagi karena air menjadi sangat jauh ke dalam sementara daratan yang ditinggalkannya tampak penuh batu yang berserakan. Pemda Kabupaten Bima yang menjadi “pemilik” pantai Kalaki tampak sudah melakukan beberapa “pembangunan” di pantai tersebut, berupa beberapa shelter yang bisa digunakan oleh pengunjung untuk berteduh dan duduk-duduk. Namun jumlahnya tentu tidak mencukupi saat pengunjung ramai seperti ketika Aru Raja. Pengunjung akhirnya menggelar tikar dan berkelompok di kebun orang di seberang pantai. Mereka umumnya mengadakan acara berbeque atau “bakar-bakar” di tempat itu. Biasanya, yang dibakar adalah ayam dan ikan laut. Pantai Kalaki, sekali lagi, menjadi pilihan masyarakat untuk piknik karena tidak banyak pilihan yang lebih baik lagi. Pantai di teluk Waworada (sebelah timur Karumbu) yang lebih indah dengan view pantai selatan sangat jauh dan fasilitas jalan juga belum memadai. Dalam hal ini, Pemda Kabupaten Bima masih harus berperan lagi dalam menata obyek wisata yang dibutuhkan oleh masyarakat
Sumber : bimakab.go.id

Lepadi

Lepadi (Arena Pacuan Kuda Tradisional Lepadi terletak 5 Km di bagian selatan kota Dompu dan terkenal dengan pacuan kuda tradisionalnya, pacuan kuda dilaksanakan setiap tahunnya. Uniknya, joki yang menunggang kuda-kuda pacuan ini masih sangat muda, usia mereka tidak melebihi 8 tahun, tetapi keahlian mereka dalam mengendalikan dan memacu kudanya tidak perlu diragukan lagi.

Pulau Satonda

Pulau Satonda terletak di daerah utara pulau Sumbawa dikenal juga dengan nama Gunung Satonda, memiliki ketinggian 289 Km diatas permukaan laut dengan luas wilayah seluas 4,8 Km. Gunung ini memiliki kawah danau air asin dengan diameter 0,8 Km yang letaknya di tengah-tengah pulau. Ikan yang hidup di Danau Satonda hanya mencapai ukuran 5 cm dan sampai saat ini masih misterius kenapa ikan yang ada di dalam Danau Satonda tidak dapat berkembang dengan bagus.
Pulau Satonda dikelilingi oleh batu karang dan memiliki ragam ikan hias yang sama jenisnya dengan yang ada di Indonesia. Inilah keunikan dan keajaiban Pulau Satonda, Pulau Satonda merupakan tempat yang tersembunyi dengan lautnya yang biru dan gunung berapi yang menjulang tinggi. Pulau Satonda merupakan tempat yang paling sempurna untuk berenang dan menyelam sembari menikmati air danau yang tenang. Untuk dapat mencapai Pulau Satonda anda dapat melalui jalan darat dengan lama perjalanan dari Sumbawa Besar kira-kira 8 jam dan dari Dompu kira-kira 5 jam dan juga dapat melalui laut.Wisata IndonesiaSurga Dunia

Pantai Lakey

Pantai Lakey Kecamatan Hu’u adalah salah satu lokasi berselancar terbaik dunia. Karena kehebatan dan konsistensi ombaknya, setiap tahunnya pantai Lakey secara reguler dijadikan sebagai tuan rumah dari kompetisi selancar tingkat dunia. Pantai Lakey – Hu’u terletak kira-kira 5 jam dari kota Sumbawa Besar dan dari kota Dompu kira-kira memakan waktu 1 jam 45 menit ke arah selatan. Pantai Lakey-Hu’u mempunyai kehebatan 4 jenis ombak yaitu : Lakey Peak, Cobble Stones, Lakey Pipe dan Periscop. Dan beberapa kilometer di dekat pantai Lakey anda akan menemukan Spot lain yang tak kalah hebatnya yang dikenal dengan Periscop, bagian yang paling konsisten dan hebat dalam berselancar di Lakey yaitu Lakey Peak.

Nanga Tumpu

Nanga Tumpu terletak di jalur Jalan Raya Sumbawa – Dompu dengan jarak dari ibukota Kabupaten Dompu 30 Km dengan waktu tempuh 25 menit. Kawasan ini memiliki berbagai gugusan Pulau-pulau kecil seperti: Nisa Pu’du, Nisa Rate, Nisa Maja, Nisa Ko’do dengan hamparan pasir putih yang sangat indah. Kawasan Nanga Tumpu dan sekitarnya sangat cocok untuk kegiatan berenang, memancing dan menyelam.
Pada saat musim angin selatan dan barat (sekitar bulan Januari, Pebruari, Maret, Juli dan Agustus) sangat cocok untuk kegiatan olah raga Wind Surfing, Kite Surfing dan Lomba perahu layar tradisional. Di tempat ini tersedia fasilitas rumah makan.

Gunung Tambora/Calabai















Gunung Tambora/Calabai merupakan kota kecil penghasil kayu yang terletak diujung utara semenanjung Gunung Tambora. Gunung Tambora seperti yang telah diketahui merupakan pusat dari letusan terdahsat yang pernah ada dalam sejarah, gunung Tambora mendominasi semenanjung utara Pulau Sumbawa, dengan ketinggian 2.851 meter diatas permukaan laut, berwarna coklat dan diselimuti oleh hutan lindung yang lebat, suatu perbedaan yang kontras dengan alam sekitarnya. Untuk mendaki Gunung Tambora yang besar dapat dimulai dari Desa Pancasila yang terletak di kaki Gunung Tambora.
Pendakian ke Gunung Tambora diperlukan 3 hari 2 malam melalui hutan lindung. Untuk mengurangi resiko selama pendakian, disarankan untuk menyiapkan diri selama pendakian oleh karena banyaknya lintah di dalam hutan lindung.
Kawah Gunung Tambora merupakan salah satu kawah dengan panorama yang spetakuler yang ada di Indonesia. Perjalanan menuju Calabai dapat ditempuh dalam waktu 8 jam dari Sumbawa Besar, 5 Jam dari Dompu dan 6 jam dari Bima.Wisata Indonesia Surga Dunia

pantai Senggigi


pantai Senggigi Obyek wisata yang sangat terkenal adalah pantai Senggigi. Pantai ini terletak tidak begitu jauh dari kota Mataram ataupun dari bandara yang di Ampenan, hanya 1/2 jam perjalanan.

di sepanjang pantai senggigi ini telah berdiri banyak hotel berbintang 5 dan bintang 4 baik itu yang berada di pesisir pantai ataupun berada di bukitnya.

Pantai Senggigi memang tidak sebesar Pantai Kuta di Bali, tetapi seketika kita berada di sini akan merasa seperti berada di Pantai Kuta, Bali. Pesisir pantainya masih asri, walaupun masih ada sampah dedaunan yang masih berserakan karena jarang dibersihkan. Pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar. Terumbu karangnya menjulang ketengah menyebabkan ombak besarnya pecah di tengah. Tersedia juga hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari yang mahal sampai hotel yang berharga ekonomis.
pantai Senggigi ini berada dibagian barat pulau lombok. Pantai ini menghadap selat Lombok yang berbatasan dengan Pulau Bali. Pantai Senggigi pasirnya memang tidak putih seperti pantai-pantai terkenal kebanyakan, pantainya berpasir cokelat tetapi bersih dan berkontur landai sehingga sangat cocok untuk bermain-bermain di pinggir pantainya.

Pantai Senggigi sangat eksotis karena ditambah dengan pohon -pohon kelapa yang sangat banyak sehingga panorama sangat bagus sekali apalagi menikmati pantai ini di kala sunset.

Taman Suranadi

Taman Suranadi merupakan salah satu andalan wisata di Pulau Lombok. Karena itu, tidak mengherankan jika obyek wisata itu sepertinya tak pernah sepi pengunjung, terutama pada hari libur.

Untuk menuju obyek wisata itu, hanya ditempuh dengan waktu sekitar 10 menit dari Bandara Selaparang, Mataram. Jarak antar keduanya tidak terhitung jauh, hanya sekitar 15 kilometer.

Taman Suranadi terletak di Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Taman dengan luas sekitar 52 hektar ini telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi berdasarkan SK Menteri Pertanian

Tujuan penetapan itu guna meningkatkan fungsi konservasi baik flora/fauna maupun ekosistemnya, agar tercapai keserasian lingkungan dan yang dimanfaatkan sebagai obyek rekreasi, pendidikan, kebudayaan, penelitian dan kepariwisataan.

Jadi, bagi para wisatawan, rasa lelah (jetleg) selama penerbangan, rasanya akan terbayar sudah dengan suguhan Taman Suranadi yang indah dan sejuk. Apalagi, di depan Taman Wisata Suranadi juga banyak penjual aneka makanan khas daerah setempat, diantaranya sate bulayak, sate dengan lontong yang dibungkus daun aren (bulayak).
Selain itu, di lokasi Taman Suranadi sendiri juga menyuguhkan mata air yang jernih dan sejuk.

Hutan Lindung Sesaot


Hutan Lindung Sesaot adalah wana wisata kawasan hutan lindung yang masih alami. Hutan lindung yang berada di Desa Sesaot di ujung timur wilayah Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat,ditengah hutan terdapat sungai berbatu besar-besar dengan airnya yang jernih dan dingin.

disana terdapat banyak tenda lesehan menjual makanan lombok yang didirikan di sela-sela akar pohon yang besar-besar. Sesaot juga masih termasuk dalam kecamatan Narmada. sangat cocok buat anda yang ingin merasakan kesejukan dan ketenangan. Untuk menuju kesana dapat menggunakan kendaraan atau Ojek dari perempatan depan pasar Narmada.
Wisata Indonesia Surga Dunia

Taman Mayura

Objek wisata Taman Mayura yang terletak beberapa meter ke timur dari pusat perbelanjaan Kota Mataram ini menyimpan banyak nilai seni, budaya dari sejarah kerajaan Hindhu di Pulau Lombok beberapa abad yang silam.

Ditelususri sejarahnya, Mayura berarti burung merak. Nama itu erat kaitannya dengan latar belakang dan sejarah saat pertama kali taman yang luasnya sekitar tiga hektare dan dibangun sekitar tahun 1821 m. Taman ini dibangun oleh Raja Anak Agung Gede Ngurah sebagai tempat rekreasi dan persembahyangan waktu itu.
Sebelumnya lokasi Taman Mayura adalah hutan lebat yang banyak dihuni ular-ular berbisa dan berbahaya. Karenanya, waktu itu raja berinisiatif untuk meminta bantuan kepada sahabatnya yang berasal dari Pakistan guna mengusir binatang berbisa itu.
Orang Pakistan tersebut ternyata menggunakan sejumlah burung merak untuk mengusir ular-ular dari hutan, tempat Taman Mayura akan dibangun.
Jika mengunjungi Taman Mayura, anda akan disuguhkan dengan pemandangan yang jauh dari kesan hingar bingar kota. Suasana sejuk, hijau, dan alami akan menemani anda di tempat tersebut.
Tak hanya itu, di tempat itu juga kita dapat menjumpai sebuah bangunan Pura yang berada tepat ditengah sebuah kolam berukuran besar. Bangunan tersebut merupakan salah satu bangunan peninggalan raja waktu itu.
Ditengah kolam terdapat patung burung merak dan patung haji yang terbuat dari batu. Dua patung itu adalah simbol penghormatan kepada sahabat raja dari Pakistan yang berhasil mengusir ular.
Menyisir lebih jauh Taman Mayura, juga terdapat beberapa benda peninggalan jaman raja waktu itu, seperti meriam atau mesiu milik tentara Belanda yang pernah digunakan untuk menggempur kerajaan Hindhu Lombok. Keaslian dari aset-aset yang ada di Taman juga tetap terjaga dan utuh. Hal itu karena tempat tersebut selalu dijaga dan dipelihara serta dibawah tanggung jawab Anak Agung Biarsah yang masih keturunan langsung dari Raja Anak Agung Gede Ngurah.

Taman Narmada

Taman Narmada terletak 10 Km dari arah timur Kota Mataram merupakan tiruan dari Gunung Rinjani. Dibangun oleh Raja Anak Agung Dede Karang Asem. Awal abad 19 Raja membuat replika tersebut serta sebuah Pura Suci Narmada. Persembahyangan dipimpin oleh seorang Pendeta di Pura tersebut tanpa pergi ke Gunung Rinjani

Pada saat sekarang, taman terbuka untuk umum dan menjadi pusat rekreasi yang selalu ramai. Didalamnya terdapat mata air yang konon airnya berasal dari Gunung Rinjai dan dipercaya bisa menjadikan seseorang tetap awet muda sehingga disebut Air Awet Muda. Nama Pura ini diambil dari sebuah sungai suci di India yang memuja Shiwa yaitu Pura Kalasa.

Taman Narmada adalah sebuah taman yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan dan permandian keluarga raja (Sewaktu masih masa kerajaan di Mataram). Di taman ini terdapat kolam renang dan sebuah Pura Hindu. Tempat ini juga mempunyai mata air awet muda, yang dipercaya akan memberi umur panjang bagi siapa yang meminum air dari mata air ini.

Kota Ampenan

Kota Ampenan adalah sebuah kecamatan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat,Indonesia. Daerah ini dahulunya merupakan pusat kota Lombok. Di sebelah barat berbatasan dengan Selat Lombok (laut yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Pulau Bali). Di kecamtan ini terdapat peninggalan kota tua karena dahulunya merupakan pelabuhan utama daerah Lombok.

Terdapat banyak kampung yang merupakan perwujudan dari berbagai suku bangsa di Indonesia di antaranya Kampung Bugis,TautanKampung Melayu, Kampung Jawa, Kampung Arab, Kampung Bali dll, sehingga masyarakat yang ada di sini bersifat heterogen dan rukun

antai Batu Bolong



Pantai Batu Bolong ini memiliki batu besar dengan sebuah bolongan di dalamnya. Letaknya dekat kuil Hindu yang berada di atas puncak yang jika memandang ke bawah akan terlihat selat Lombok sampai gunung Agung yang penuh keagungan di Bali.

Setelah berjemur, bersantai dan bersenang-senang di pantai indah ini, menunggu sampai sore hari untuk melihat matahari terbenam yang luar biasa.

DI sudut tikungan jalan menurun menuju Senggigi, Lombok, di situlah Pura Batu flolong berada. Sebuah pura yang berdiri di atas batu karang yang bolong (berlubang) serta tetap kokoh, tegar dan agung di bibir pantai Senggigi ini, menyhnpan aura religius yang kuat dengan keindahan pantainya. Buih-buih ombak yang ramah seolah senantiasa meranku1 dengan damai areal pura dan pantainya.

Awal memasuki kawasan pura yang piodalan-nya jatuh pada Purnamaning Kasa ini, umat Hindu atau pamedek yang hendak tangkil (melakukan persembahyangan) bisa masuk melalul Candi Bentar bertekstur pasir. Di kiri-kanan gerbang utama ini ada pintu kecil (betelan) berterali besi sebagai side entrance atau pintu sampingnya.
Di sebelah kiri areal (dekat jalan raya), terdapat bukit yang di atasnya berdiri Pura Pucaksari Melanting dengan beberapa pelinggih dan bangunan pelengkap, seperti Palinggih Pasimpangan Gunung Agung, Pasimpangan Gunung Rinjani, Pasimpangan Ayu Mas Melanting dan Bale Pawedan. Di sekeliling, selain pantai nan elok, juga beragam pepohonan tumbuh di areal dekat pura. Seperti pohon beringin (di Jaba Sisi), bujut, celagi (asem), waru (di tepi pantai), pule, dan lain-lain.

Memasuki areal pura, orang akan menuruni tangga terlebih dulu, sebelum melewati beberapa pelinggih yang berdiri di sekitar jalan setapak menuju puncak Pura Batu Bolong. Saat pertama, di sisi kiri jalan yang dilalui, ada dua pelinggih (dalam satu penyengker). Yang lebih dekat dengan pintu masuknya, berdiri (menghadap ke selatan), palinggih Bagus Balian. Di sisi kiri dari pelinggih itu (menghadap ke barat) ada pelinggih Pengayengan Ratu Gde Mas Mecaling.

Pada sisi kirinya, berjejer Bale Pewaregan dan Bale Pakemit. Melewatinya, di sebelah kanan jalan setapak terdapat Bale Pawedan dan Bale Pengodal. Menyusul di belakang Pelinggih Pangelukatan (dasar palinggih-nya bersentuhan dengan air laut). Seberang kanannya ada Palinggih Pelawangan.

Pantai Kerandangan

Wisatanesia.com-Keindahan Pantai Kerandangan, tidak hanya memukau masyarakat Kota Mataram, melainkan juga berbagai lapisan masyarakat di Lombok Tengah dan Lombok Timur apalagi mancanegara. Pada hari libur, ribuan orang tumpah dengan membawa kendaraan masing-masing.Pantai Karandangan Berada di utara pantai senggigi

Kawasan di pantai itu sebenarnya sudah dikapling investor dari Jakarta, namun lama terbengkalai. Karena terbengkalai, pengawas pantai kemudian mengelolanya. Selain memungut retribusi Rp 1.000 - Rp 2.000 untuk tiap kendaraan yang masuk, mereka pun memungut iuran dari para pedagang sebesar Rp 5.000 per bulan. Hasilnya, bisa dibayangkan. Jika hari libur, jumlah pungutan cukup besar karena ribuan warga tumpah ke lokasi itu

Bukit Malimbu


Pulau lombok terkenal dangan keindahan alamnya. Salah satunya adalah Bukit Malimbu. Bukit Malimbu merupakan daratan tinggi terusan area Pantai Senggigi, terletak di kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Di sini Anda bisa menikmati hamparan pasir putih yang terbentang di hadapan bukit. Dari atas bukit, Anda akan disegarkan oleh pemandangan alam terbuka yang sangat mempesona. Indahnya matahari terbenam akan menjadi pemandangan yang tak terlupakan. Selain itu, Anda bisa menikmati pemandangan gunung Agung di Bali dan deretan gili-gili (pulau) di bagian utara pulau Lombok.

Objek wisata itu dari kota Mataram membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Untuk mencapai lokasi , Anda harus membawa kendaraan sendiri atau menyewa, karena tidak ada kendaraan umum yang langsung menuju ke lokasi. Anda sebaiknya membawa bekal makanan karena belum terdapat penginapan ataupun restoran yang bisa melayani kebutuhan Anda. Bagi Anda yang ingin bermalam, di sini tersedia gubuk-gubuk yang bisa di sewa untuk beristirahat, menyantap bekal sekaligus menikmati keindahan pantai

Gili bagek/ Gili Kondo

Gili bagek/ Gili Kondo Pulau kecil ini terletak di Perairan Kecamatan Sambelia (50km utara kota Selong) dan dapat dicapai melalui pantai transat di Kecamatan Sambelia (sekitar 25 menit) dan pelabuhan Kayangan Labuhan Lombok (sekitar 45 menit). Meski di pantai transat pasirnya berwarna hitam namun di gili lampu dan beberapa gili di sekitarnya berpasir putih. Di gili tidak berpenghuni ini, kita bisa menikmati alam bawah laut dengan snorkeling. Selain gili bagek, ada pula gili petagan dan gili-gili lainnya yang berada di sekitar kawasan tersebut. Untuk pengembangan pulau-pulau kecil ini sesuai dengan tata ruang wilayah Provinsi NTB tidak ada pembangunan fisik di Pulau itu, namun hanya menjadi tempat tujuan wisata