Tampilkan postingan dengan label sulawesi tengah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sulawesi tengah. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2012

Pantai Talise



Pantai Talise terletak 2 km sebelah utara Kota Palu, ini merupakan salah satu obyek wisata utama di Kecamatan Palu Timur. Pantai ini merupakan tempat wisata utama di Kota Palu setelah Istana Pusat Sulawesi. Pantai ini membentang di Kota Palu hingga Kabupaten Donggala.
Pada awal tahun 2005, pantai ini sepi orang selama tiga pekan menyusul merebaknya kemunculan isu tsunami pascagempa tektonik berkekuatan 6,2 skala richter yang mengguncang pada 24 Januari 2005.
Pantai Talise menjadi tempat wisata malam, di mana warga dapat menikmati keindahan Teluk Palu yang berbatasan dengan Selat Makassar itu. Suasana menjadi semakin lengkap, setelah dibangunnya Jembatan Palu IV yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono awal Mei lalu.

Gunung Gawalise



Gunung Gawalise berada di barat kota Palu, kabupaten Donggala,Gunung Gawalise berpotensi sebagai obyek wisata alam dan budaya yang sangat menarik. Gunung Gawalise berjarak sekitar ± 34 kilometer dari kota Palu dan dapat ditempuh oleh kendaraan roda empat maupun roda dua memakan waktu sekitar ± 1 jam 30 menit. Di gunung Gawalise terdapat desa Dombu yang terletak di ketinggian dan berhawa sejuk. Desa lainnya adalah desa Matantimali, desa Panasibaja, desa Bolobia dan desa Rondingo.
Desa-desa ini didiami oleh suku Da'a. Suku Da'a merupakan sub-etnis suku Kaili yang mendiami daerah pegunungan. Di desa-desa ini dapat disaksikan atraksi sumpit yang diperagakan oleh warga setempat. Rumah di atas pohon masih ditemukan di desa Dombu sampai sekarang.
Di Gunung Gawalise dapat dilakukan hiking/trekking dengan rute-rute Wayu - Taipanggabe - Dombu - Wiyapore - Rondingo Kayumpia/Bolombia - Uemanje dalam waktu kurang dari 1 minggu.

Taman Nasional Lore Lindu



Taman Nasional Lore Lindu merupakan taman nasional di Indonesia yang terletak di provinsi Sulawesi Tengah dan salah satu lokasi perlindungan hayati Sulawesi. Taman Nasional Lore Lindu terletak sekitar 60 kilometer selatan kota Palu dan terletak antara 119°90’ - 120°16’ di sebelah timur dan 1°8’ - 1°3’ di sebelah selatan.
Kalau dibandingkan dengan taman nasional lain di Indonesia, ukurannya sedang saja, Taman Nasional ini secara resmi meliputi kawasan 217.991.18 ha (sekitar 1.2% wilayah Sulawesi yang luasnya 189.000 km² atau 2.4% dari sisa hutan Sulawesi yakni 90.000 km²)dengan ketinggian bervariasi antara 200 sampai dengan 2.610 meter diatas permukaan laut. Taman Nasional ini sebagian besar terdiri atas hutan pegunungan dan sub-pegunungan (±90%) dan sebagian kecil hutan dataran rendah (±10%).
Taman Nasional Lore Lindu memiliki fauna dan flora endemik Sulawesi serta panorama alam yang menarik karena terletak di garis Wallace yang merupakan wilayah peralihan antara zona Asia dan Australia.
Taman Nasional Lore Lindu yang terletak di selatan kabupaten Donggala dan bagian barat kabupaten Poso menjadi daerah tangkapan air bagi 3 sungai besar di Sulawesi Tengah, yakni sungai Lariang, sungai Gumbasa dan sungai Palu.
Kawasan Taman Nasional Lore Lindu merupakan habitat mamalia asli terbesar di Sulawesi. Anoa, babirusa, rusa, kera hantu (Tangkasi), kera kakaktonkea, kuskus marsupial dan binatang pemakan daging terbesar di Sulawesi, musang Sulawesi hidup di taman ini. Taman Nasional Lore Lindu juga memiliki paling sedikit 5 jenis bajing dan 31 dari 38 jenis tikusnya, termasuk jenis endemik.
Sedikitnya ada 55 jenis kelelawar dan lebih dari 230 jenis burung, termasuk maleo, 2 jenis enggang Sulawesi yaitu julang Sulawesi dan kengkareng Sulawesi. Burung enggang benbuncak juga disebut rangkong atau burung allo menjadi penghuni Taman Nasional Lore Lindu.
Ribuan serangga aneh dan cantik dapat dilihat di sekitar taman ini. Layak diamati adalah kupu-kupu berwarna mencolok yang terbang di sekitar taman maupun sepanjang jalan setapak dan aliran sungai.
Patung-patung megalit yang usianya mencapai ratusan bahkan ribuan tahun tersebar di kawasan Taman Nasional Lore Lindu seperti Lembah Napu, Besoa dan Bada. Patung-patung ini sebagai monumen batu terbaik diantara patung-patung sejenis di Indonesia. Ada 5 klasifikasi patung berdasarkan bentuknya:

1. Patung-patung batu: patung-patung ini biasanya memiliki ciri manusia, tetapi hanya kepala, bahu dan kelamin.
2. Kalamba: ini adalah bentuk megalit yang banyak ditemukan dan menyerupai jambangan besar. Mungkin ini adalah tempat persediaan air, atau juga tempat menaruh mayat pada upacara penguburan.
3. Tutu'na: ini adalah piringan-piringan dari batu, kemungkinan besar penutup kalamba.
4. Batu Dakon: batu-batu berbentuk rata sampai cembung yang menggambarkan saluran-saluran, lubang-lubang tidak teratur dan lekukan-lekukan lain.
5. Lain-lain: mortar batu, tiang penyangga rumah dan beberapa bentuk lain juga ditemukan.
Sumber : www.palukota.go.id

Jembatan Teluk Palu



Jembatan Teluk Palu (Jembatan Palu IV). Jembatan Palu IV merupakan sebuah jembatan yang terletak di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Indonesia. Jembatan ini diresmikan pada Mei 2006 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Jembatan ini membentang di atas Teluk Talise ini berada di kelurahan Besusu dan Lere, yang menghubungkan kecamatan Palu Timur dan Palu Barat. Jembatan kuning ini merupakan jembatan lengkung pertama di Indonesia dan ketiga di dunia setelah Jepang dan Perancis. Sejak tanggal peresmian tersebut, masyarakat Palu dan sekitarnya selalu ingin melihat jembatan sepanjang 300 meter itu sekaligus menikmati tenggelamnya mentari. Tenggelamnya matahari terlihat lebih jelas dan mempesona dari atas jembatan. Apalagi, saat sinar matahari yang berwarna jingga kekuningan memantul ke permukaan Teluk Palu, keindahan semakin nyata. Air Teluk Palu pun berubah warna mengikuti warna sang Surya yang mulai sirna ditelan pegunungan Gawalise. Pengunjung dapat menikmati pemandangan dari tempat kosong di kedua sisi jembatan yang memang difungsikan sebagai tempat untuk menikmati panorama. Areal seluas 10 x 2 meter tersebut terasa sangat memanjakan pengunjung. Dari Utara jembatan, pengunjung dapat menikmati pegunungan yang mengelilingi Teluk Palu. Jika pengunjung memalingkan pandangannya ke arah Barat, maka keindahan Teluk Palu menjadi sajian mata. Ratusan perahu sepanjang tiga meter dengan layar selebar dua meter memadati teluk. 

Taman Nasional Lore Lindu



Taman Nasional Lore Lindu Terletak di Kabupaten Poso dan Kabupaten Donggala dan berada pada ketinggian 200-2610 meter di atas permukaan laut, puncak tertinggi adalah Gunung Nokilalaki (2355 m) dan gunung Tokosa/Rorekatimbu (2610 m). Bentuk topografi bervariasi mulai dari datar, landai, agak curam, curam, hingga sangat curam.
Taman Nasional Lore Lindu terletak antara dua patahan utama di Sulawesi Tengah. Pada daerah pegunungan, umumnya berasal dari batuan asam seperti Gneisses, Schists dan granit, punya sifat peka terhadap erosi.
Formasi lakustrin banyak ditemukan di bagian Timur Taman Nasional, umunya dataran danau yang datar atau berawan. Bahan endapan dari campuran batuan sediment, metamorfosa dan granit.Bagian barat ditemukan formasi alivium yang umumnya berbentuk kipas aluvial/koluvial atau dataran hasil deposisi sungai seperti teras atau rawa belakang. Sumber bahan aluvial ini berasal dari batuan metaforfosa dan granit

Danau Poso



Danau Poso terletak di Kota Tentena pada posisi strategis lintasan perjalanan Trans Sulawesi antara Toraja, Poso, Gorontalo dan Manado membuat Danao Poso selalu disinggahi wisatawan. Danau Poso adalah yang ketiga terbesar yang ada di Indonesia. Membentang dari utara ke selatan sepanjang 32 Km dan lebar 16 Km, dengan kedalaman sampai dengan 510 Meter, dan terletak pada ketinggian 657 meter diatas permukaan laut. Air di Danau Poso sangat jernih dengan hamparan pasir putih, terutama pada bulan Oktober sampai dengan April. Hidangan masakan belut besar dan ikan gurame sering menjadi menu sajian di restoran sekitar danau.
Danau Poso Merupakan obyek wisata primadona pariwisata Sulawesi Tengah dengan ditetapkannya daerah tujuan wisata (DTW) ke -22 memiliki keindahan alam sepeti pasir putih danau Poso, Air danau yang biru, serta pemandangan di sekitar danau yang indah untuk dinikmati oleh wisatawan.

Air Terjun Saluopa



Air Terjun Saluopa merupakan salah satu air terjun yang berada di kabupaten Poso. Lokasi Saluopa sekitar 11 km dari Tentena Ibu Kota Kecamatan Pamona Utara atau sekitar 3Km dari desa Tonusu dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan darat dan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh 500 meter dan tidak jauh dari Danau Poso.
Keunikan Air Luncur Saluopa ini terdiri dari 12 tingkat, air yang mengalir sangat jernih dan sejuk dimana setiap pengunjung dapat naik sampai ketingkat teratas karena tidak berlumut dibawah derasnya air. Disekitar air luncur ini terdapat hutan tropis sehingga menambah keindahan panorama alamnya.

Air Luncur Sulewana



Obyek Wisata Air Luncur Sulewana, Lokasinya terletak kurang lebih sekitar 12 Km dari Danau Poso kabupaten Poso.
Nama Sulewana sendiri berasal dari bahasa setempat yang bermakna “Sule” yang berarti “Jantung” dan “Wanna” berarti “Hutan”, sehigga keseluruhan Sulewana berarti Jantung Hutan. Air meluncur yang menakjubkan ini dalam jarak sekitar 1 Km dapat menghasilkan listrik berkekuatan 800 Megawatts.

Goa Pamona



Goa Pamona adalah sebuah goa yang digunakan untuk Tempat menyimpan mayat bagi Suku Pamona yang sudah berumur ratusan tahun. Goa ini terletak tepat di pinggiran Danao Poso Terletak sekitar 63 KM dari Kota Poso dan dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. yang menjadi keunikan dari Goa Pamona ini adalah, bahwa air danau tidak dapat masuk kedalam goa.banyak fasilitas yang di sediakan di sekitar Goa Pamona antara lain :Fasilitas yang tersedia berupa hotel, rumah makan dan telepon umum

Obyek Wisata Lembah Bada



Obyek Wisata Lembah Bada terletak arah Barat dari kota Tentena,dan dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda empat atau roda dua sekitar ± 3 jam ,melalui Hutan Tropis yang dihuni oleh Flora dan Fauna yang unik dan menarik. Banyak terdapat Patung-Patung Megalitik dan Kalamba, Rumah-rumah Tradisional dan pakaian adat.
Lembah yang memiliki hamparan padang rumput yang luas serta panorama alam yang indah. Pada sekitar lembah terdapat banyak Patung Megalith yang merupakan peninggalan benda purbakala. Patung Megalith adalah merupakan patung yang langka di dunia karena hanya terdapat di Napu, Besoa, Bada dan di Amerika Latin (marquies Island)
Patung ini manyak memuat misteri tentang kejayaan Suku Napu, Besoa dan Bada pada zaman dahulu kala, sehingga menarik minat para ilmuwan dan wisatawan untuk datang berkunjung sekaligus melakukan penelitian. Jarak Lembah Bada 145 KM dari Kota Poso, dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan Jeep dan dilanjutkan dengan berjalan kaki ke Lembah Besoa dan Bada.
Di sepanjang jalan kita akan menyaksikan keindahan hutan tropis sehingga merupakan suatu objek wisata yang menarik bagi para wisatawan. Selain menggunakan jeep, dapat juga dengan menggunakan penerbangan MAF yang secara reguler dapat melayani rute perjalanan dari tentena - bada dan selanjutnya dengan berjalan kaki untuk sampai ke Besoa dan Napu. Fasilitas yang tersedia antara lain adalah Losmen dan Home Stay

Danau Tiu



Wisatanesia.com-Danau Tiu yang terletak di kecamatan Petasia, kabupaten Morowali ini menyimpan keindahan dan kekayaan alam yang berlimpah.
Danau tiu, danau yang menyimpan kekayaan, namun belum banyak diketahui orang Danau Tiu, mungkin terdengar asing bagi sebagian orang, bahkan penduduk Morowali pun jarang yang mengetahuinya. Danau kecil yang terletak di kecamatan Petasia, kabupaten Morowali ini menyimpan keindahan dan kekayaan alam yang berlimpah. Bagi sebagian penduduk yang tinggal di sekitarnya, terutama penduduk desa Tiu, menggantungkan hidupnya di danau tiu. Banyaknya ikan (mujair, gabus, lele, ikan mas, dll) membuat sebagian penduduk desa Tiu memilih untuk berprofesi sebagai nelayan air tawar.

Cagar Alam Morowali



Cagar Alam Morowali yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah,Menuju cagar alam Morowali dapat ditempuh dengan kendaraan Roda empat maupun roda dua,Palu – Poso dapat ditempuh selama 6 jam dengan mobil/motor (± 210 km) dilanjutkan dengan mobil/motor ke Kolonodale (± 230 km) selama 7 jam dari Kolonodale- Baturube memakai angkutan air/speed boat ± 3 jam.. menjadi salah satu pilihan tepat karena menyediakan berbagai macam potensi,Sebagai kawasan cagar alam, Morowali memiliki berbagai potensi seperti tipe ekosistem yang lengkap dari tipe hutan pantai sampai tipe hutan pegunungan.Keindahan alam kawasan ini dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan, penelitian dan pariwisata.Cagar alam Morowali mempunyai nilai pelestarian yang tinggi sebab daerah ini merupakan salah satu daerah terluas yang masih ada dan merupakan daerah hutan hujan dataran rendah alluvial di Sulawesi. Selain itu untuk melindungi tipe hutan yang tumbuh pada batu-batuan beku basah atau ultra basah. Cagar alam ini seluas 225,000 Ha, berfungsi pula sebagai perlindungan sejumlah spesies mamalia dan burung endemik yang mempunyai daya tarik. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan No. : 374/Kpts-VII/1986, tanggal 24 Nopember 1986 ditetapkan sebagai Cagar alam dengan peruntukan sebagai tempat perlindungan ekosistem hutan tropis yang kompleks.

Teluk Tomori



Teluk Tomori berjarak sekitar 157 km dari Tentena. dapat dicapai sekitar 4 jam dengan bus. Teluk Tomori memiliki keindahan alam tersendiri yang menarik.
Airnya tenang dan kadang-kadang menyerupai sebuah cermin yang memantulkan bayangan gunung di sekitarnya dan sebuah rangkaian kepulauan yang indah yaitu Payau Dara nama pulau yang terletak di pusat laut dan beberapa pulau kecil lainnya, seperti Pulau Lampu, Pulau Tokabe, Pulau Bunda dan Pulau Tomori.

Mori sebuah pulau kecil yang berbentuk oval yang memanjang dari utara ke selatan dengan pantai di bagian timur dan barat yang berpasir putih tetapi pantai di bagian utara dan ke selatan merupakan bebukitan yang tingginya hingga 300 meter. Di sekitar Pulau Tomori terdapat Taman Laut yang indah yang merupakan urutan ke-27 dunia di pintu gerbang Teluk Tomori. Di sana ada juga batu karang di tengah laut yang menyerupai pohon beringin setinggi 25 meter dari dasar laut dan disebut Batu Apali oleh masyarakat Tomori yang tinggal disekitar teluk. Ada warisan kuno di puncak batu itu dan dianggap keramat oleh masyarakat setempat.
Setiap kapal/perahu yang lewat di sana harus membunyikan klakson sebagai tanda permisi bila tidak ingin celaka dalam perjalanan. Teluk tersebut juga memiliki ribuan spesies ikan.

Air Terjun Mempueno



Objek Wisata Air Terjun Mempueno Terletak di sebelah barat daya Kota
Bungku,berjarak sekitar 1 km disebelah Sakita. Merupakan objek wisata air terjun alam yang
bertangga-tangga dengan ketinggian undakan dari puncak hingga ke bagian
bawah tidak kurang dari 50 meter, dengan belasan kolam alami yang di
bentuk oleh air terjun. Endapan-endapan kapur travertin sepanjang aliran
sungai dan di sekitar tepi sungai menambah eksotisme di lokasi
pemandian ini