Gunung Gambar merupakan obyek wisata spiritual yang berada di Dusun Wonosari Desa Jurangjero Kecamatan Ngawen. Gunung Gambar dengan ketinggian 200 mdpl, dimana dari puncaknya dapat melihat keindahan Rawa Jombor di Klaten dan Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri. Data dari sejarah diketahui bahwa Gunung Gambar merupakan tempat bertapa Raden Mas Said/Pangeran Samber Nyowo selama berperang melawan Belanda. Ditempat ini beliau duduk di atas batu (Watu Kong)Â yang sampai sekarang masih tamapk di Gunung Gambar, dan menyusun strategi untuk melawan Belanda. Petilasan ini terbentuk pada periode Islam. Raden Mas Said mendapat wahyu kraton pada waktu bertapa di Gunung Gambar sekitar abad XVIII, kemudian menjadi penguasa Mangkunegaran Surakarta dengan gelar KGPAA Mangkunegara I. Goa tempat bertapa tersebut sampai sekarang masih dikeramatkan oleh masyarakat. Pada hari tertentu banyak orang yang ziarah, terutama pada waktu tirakatan menjelang upacara sadranan, banyak dipadati oleh orang-orang yang datang dari jauh untuk memohon sesuatu.
Kamis, 24 Maret 2011
Pantai Ngrenehan
Pantai Ngrenehan Terletak di Desa Kanigoro Kecamatan Saptosari kurang lebih 30 KM di sebelah selatan Kota Wonosari. para Wisatawan dapat menyaksikan aktivitas kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji atau membawa ikan segar sebagai oleh - oleh .
Masih dalam satu kawasan dengan Pantai Ngrenehan kurang lebih 1 KM di sebelah Barat terdapat Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan. Setiap bulan purnama pada hari Nyepi di Pantai Ngobaran di laksanakan upacara Melasti.
Masih dalam satu kawasan dengan Pantai Ngrenehan kurang lebih 1 KM di sebelah Barat terdapat Pantai Ngobaran dan Pantai Nguyahan. Setiap bulan purnama pada hari Nyepi di Pantai Ngobaran di laksanakan upacara Melasti.
Pantai Wediombo
Pantai Wediombo merupakan pantai alami dengan panorama yang sangat indah, terletak di Desa Jepitu Kecamatan Girisubo sekitar 40 KM arah tenggara kota Wonosari. Pantai berbentuk teluk dan landai dengan hamparan pasir putih , dapat dilihat secara terbuka baik dari atas perbukitan maupun dari pesisir pantai, sehingga memungkinkan wisatawan untuk menikmati panorama sunset yang sempurna , selain itu juga udara pantainya yang sejuk menyegarkan dipercaya dapat membantu penyembuhan penyakit asma. Bagi Wisatawan yang hobi memnacing dapat dilakukan di tempat ini dimana pada saat tertentu banyak ikan Panjo yang muncul sepanjang pantai.
Satu Tahun sekali di pantai digelar adat budaya ngalangi yaitu upacara prosesi menangkap ikan dengan cara menggunakan gawar yang terbuat dari akar pohon wawar yang menjalar sebagai jaring yang dipancangkan dari bukit Kedungdowok dan dihalau bersama-sama ke laut oleh masyarakat setempat.
Dalam satu kawasan dengan pantai ini terdapat Pantai Gremeng, Pantai Jungwok dan Pulau Kalong ( sebuah pulau yang dihuni ribuan kalong) yang dapat dicapai dengan tracing sekitar 1,5 KM ke arah timur.
Satu Tahun sekali di pantai digelar adat budaya ngalangi yaitu upacara prosesi menangkap ikan dengan cara menggunakan gawar yang terbuat dari akar pohon wawar yang menjalar sebagai jaring yang dipancangkan dari bukit Kedungdowok dan dihalau bersama-sama ke laut oleh masyarakat setempat.
Dalam satu kawasan dengan pantai ini terdapat Pantai Gremeng, Pantai Jungwok dan Pulau Kalong ( sebuah pulau yang dihuni ribuan kalong) yang dapat dicapai dengan tracing sekitar 1,5 KM ke arah timur.
Pantai Sadeng
Pantai Sadeng terletak di Desa Songbanyu dan Desa Pucung Kecamatan Girisubo berjarak sekitar 46 KM dari Wonosari, terdapat Telaga Suling yaitu lembah yang diyakini dahulu sebagai muara sungai Bengawan Solo Purba. Pantai ini juga dikenal sebagai Pangkalan Pendaratan Ikan yang bertaraf nasional dan merupakan penunjang pengembangan perikanan laut di Provinsi Yogyakarta. Wisataan dapat menikmati sajian masakan ikan laut atau membawa ikan laut segar sebagai oleh - oleh dengan harga yang terjangkau.
Pantai Drini
Pantai Drini terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari sekitar 1 KM ke arah Timur dari pantai Sepanjang. Keistimewaan pantai ini terdapat pulau karang yang tumbuh pohon Dirini dan konon kayunya dapat dipergunakan sebagai penangkal ular berbisa.Pemandangan Pantai Drini yang sangat indah, asri. Di atas karang ini dibangun Mercusuar dimana jika kita memandang dari menaranya dapat melihat pemandangan dari atas.Di Pantai Drini ini kita bisa melihat dengan jelas rumput-rumput laut diantara karang-karang laut, dan biota laut lainnya.
Pantai Baron
Pantai Baron terletak di Desa Kemadang Kecamatan Tanjungsari sekitar 23 KM arah selatan Kota wonosari , merupakan pantai pertama yang ditemui dari rangkaian kawasan Pantai Baron , Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal dan Sundak.
Di pantai ini juga terdapat sungai bawah tanah yang bisa digunakan untuk pemandian setelah bermain dilaut. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati aneka ikan laut segar maupun siap saji, dengan harga terjangkau , termasuk menu khas Pantai Baron yaitu Sop kakap. Pada sisi sebelah timur dapat dicapai melalui jalan setapak yang meligkar terdapat bukit kapur, wisatawan bisa beristirahat di gardu pandang, sambil menghirup udara pantai yang menyegarkan. Kurang lebih 10 KM ke arah barat dari Pantai Baron tedapat Pantai Parang Racuk dengan bukitnya yang menjulang dan terjal, menantang keberanian untuk bertualang dan menikmati keindahan laut sekitar dengan leluasa dari atas bukit.
Pada setiap bulan suro tahun baru jawa masyarakat nelayan setempat menyelenggarakan Upacara sedekah laut yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panenan ikan yan melimpah dan keselamatan mencari ikan dilaut.
Di pantai ini juga terdapat sungai bawah tanah yang bisa digunakan untuk pemandian setelah bermain dilaut. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati aneka ikan laut segar maupun siap saji, dengan harga terjangkau , termasuk menu khas Pantai Baron yaitu Sop kakap. Pada sisi sebelah timur dapat dicapai melalui jalan setapak yang meligkar terdapat bukit kapur, wisatawan bisa beristirahat di gardu pandang, sambil menghirup udara pantai yang menyegarkan. Kurang lebih 10 KM ke arah barat dari Pantai Baron tedapat Pantai Parang Racuk dengan bukitnya yang menjulang dan terjal, menantang keberanian untuk bertualang dan menikmati keindahan laut sekitar dengan leluasa dari atas bukit.
Pada setiap bulan suro tahun baru jawa masyarakat nelayan setempat menyelenggarakan Upacara sedekah laut yang merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas panenan ikan yan melimpah dan keselamatan mencari ikan dilaut.
Situs Megalitik Sokoliman

Situs Megalitik Sokoliman Terletak di Dusun Sokoliman Desa Bejiharjo Kecamatan Karangmojo. Situs ini terbentuk pada periode prasejarah berupa menhir, fragmen menhir dan dinding kubur batu. Tahun 1934 Jl Moens dan Van der Hoop mengadakan penelitian di Situs Sokoliman dengan menemukan bekal kubur yang berbentuk manik-manik, alat-alat besi, fragmen gerabah dan benda-benda perunggu. Tahun 1989 BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Provinsi DIY melakukan pembenahan mengumpulkan menhir yang berserakan dan masyarakat sekitar menyebut peninggalan megalitikum ini dengan nama Kuburan Budho. Dalam masa megalitik menhir merupakan perwujudan tokoh masyarakat yang telah meninggal dunia selain itu juga berfungsi sebagai medium pemujaan kepada roh nenek moyang. Budaya megalitik Sokoliman mempunyai keistimewaan terutama pada menhirnya, yaitu pada bagian atas dipahat raut muka manusia.
Langganan:
Postingan (Atom)





