Tampilkan postingan dengan label budidaya burung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label budidaya burung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 September 2012

Cara Ternak Cucak Hijau




Cara merawat Burung Cucak Ijo, Perawatan Cucak Ijo Setelah Lomba, Karakteristik cucak Hijao, Bagaimana Budidaya Cucak Hijau, Makanan Cucak Hijau, cara Penanganan Burung Bila Over Birahi
Burung Cucak Hijau adalah salah satu burung yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Bintangnya semakin gemilang, terbukti di lomba-lomba burung berkicau di beberapa daerah, kelas yang dibuka untuk burung ini selalu penuh.Bahkan sudah sangat banyak transfer gacoan Cucak Hijau dengan nilai sangat fantastis.

KARAKTER DASAR BURUNG CUCAK HIJAU
Semi fighter. Burung ini bukanlah burung petarung murni, daya tarung yang ada pada burung ini cenderung akibat tingkat birahi pada level tertentu yang akan membuat burung ini menjaga daerah teritorialnya.
Takut gelap. Burung Cucak Hijau tidak suka gelap dan gampang panik apabila berada pada lingkungan atau suasana yang gelap. Hindari menempatkan burung ini pada tempat yang gelap, apalagi membawanya pada malam hari. Karena akan mengakibatkan burung ini akan panik, nabrak ruji kurungan, bulunya rontok dan dapat menjadi stress.
Sangat cerdas, gampang menirukan tapi sangat gampang lupa. Dalam kondisi normal, burung ini dapat merekam suara isian yang ada disekitarnya dengan sangat cepat. Sangat mudah di master, tetapi apabila dalam kurun waktu tertentu tidak mendengar suara-suara master yang sudah ada, maka dengan gampang hilang dari memorinya.
Mudah jinak. Karena kemampuan beradaptasinya yang tinggi, maka burung ini mudah jinak kepada manusia.

CARA MENJODOHKAN CUCAK HIJAU


Untuk membuat burung cepat jodoh, dia biasanya melakukan hal sebagai berikut:
1. Hari pertama diberi EF yang lebih dari biasa, misal jantan betina diberi masing-masing 10 ekor jangkrik dan 10 ekor cacing dengan tujuan agar keduanya terpacu birahinya.
2. Hari kedua, jatah jantan tetap dan jatah betina dikurangi, misal 10 : 5, hal ini ditujukan untuk tetap menjaga birahinya
3, Hari ketiga jatah jantan ditambah dan jatah betina dihilangkan. Tujuannya pada saat si jantan birahi, dia akan memainkan EF di mulutnya, dan pada saat yang bersamaan si betina kelaparan karena tidak mendapat jatah makan, sehingga si betina akan berusaha meminta jatah makan dari si jantan.
Proses ini bisa dilanjutkan untuk beberapa hari ke depan. Lamanya tergantung burung itu sendiri, bisa sehari, 2 hari atau mungkin 1 bulan belum jodoh.
Proses penjodohan ini dilakukan selama hampir sebulan sampai jantan betina mau bercampur tanpa tarung lagi.
Untuk mengetahui apakah mereka bisa akur atau tidak, sesekali mereka dicampur terutama di saat dimandikan di karamba. Kalau mereka tidak tengkar, maka bisa dicoba dijadikan satu. Kalau masih ada tanda-tanda bertengkar, maka perlu dipisah lagi. Lakukan hal itu sampai burung benar-benar mau dikumpulkan jadi satu tanpa saling serang.
Sekadar tips dari saya, jika burung Anda sulit atau lama berjodoh, maka Anda bisa menggunakan BirdMature. BirdMature adalah produk untuk meningkatkan birahi burung secara cepat, terutama untuk burung-burung penangkaran. BirdMature sudah teruji di kandang penangkaran lovebird punya Om Dwi, DT BF Jogja, dan penangkaran murai batu Black BF Cilacap.
Setelah penjodohan selesai, maka kedua burung langsung dimasukkan ke kandang penangkaran.

PEMILIHAN BAHAN BURUNG CUCAK HIJAU YANG BAIK

Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam pemilihan bahan atau bakalan pada burung Cucak Hijau.
Berkelamin jantan, ciri-ciri burung Cucak Hijau kelamin jantan dapat dilihat dari postur tubuh yang panjang serasi, ekor lebih panjang, tulang belakang dan supit kecil rapat, warna bulu lebih tegas, paruh berwarna gelap, warna bulu di bagian bawah leher berwarna hitam dan membentuk topeng pada wajahnya, mata besar melotot, bentuk kepala lebih besar dan bergerak lincah.
Bentuk paruh, sebaiknya pilih bentuk paruh yang berpangkal lebar, tebal, besar dan panjang. Paruh bagian bawah harus lurus. Jangan memilih bahan yang memiliki paruh bengkok. Posisi lubang hidung pilih sedekat mungkin dengan posisi mata.
Postur badan, pilihlah bahan yang berpostur sedang dengan panjang leher, badan dan ekor serta kaki yang serasi. Jangan memilih bahan yang berleher dan berbadan pendek.
Sayap mengepit rapat dan kaki mencengkram kuat, ini menandakan bahan tersebut sehat. Warna kaki tidak berpengaruh terhadap mental burung.
Lincah dan bernafsu makan besar. Ini merupakan ciri-ciri bahan yang bermental baik.
Rajin bunyi, ini menandakan burung tersebut memiliki prospek yang cerah.
Leher panjang padat berisi. Menandakan burung ini akan mengeluarkan power suara secara maksimal.

MAKANAN YANG SESUAI UNTUK BURUNG CUCAK HIJAU

Voer (sebaiknya pilih yang berkadar protein sedang yaitu: 12%-18%, belum tentu Voer yang berharga mahal akan cocok dengan sistem metabolisme setiap burung Cucak Hijau. Voer diberikan sebagai pelengkap kebutuhan nutrisinya. Selalu ganti dengan Voer yang baru setiap dua hari sekali.
Buah Segar, burung ini sangat menyukai buah Pepaya, Pisang Kepok Putih, Apel, Pir, Tomat dan beberapa buah lainnya. Sebaiknya perbanyak pemberian buah Pepaya, karena buah Pepaya mengandung vitamin C yang tinggi sehingga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Disamping itu, buah Pepaya sangat mudah dicerna dan sangat cocok dengan sistem metabolisme rata-rata burung pemakan buah.
EF (Extra Fooding), pakan tambahan yang sangat baik yaitu: Jangkrik, Orong-orong, Kroto, Ulat Hongkong, Ulat Bambu, Kelabang, Belalang dan lainnya. Pemberian EF harus selalu disesuaikan dengan karakter pada masing-masing burung dan juga harus mengetahui dengan pasti dampak klausal dari pemberiannya EF tersebut.

PERAWATAN DAN STELAN HARIAN CUCAK HIJAU

Perawatan harian untuk burung Cucak Hijau relatif sama dengan burung berkicau jenis lainnya, kunci keberhasilan perawatan harian yaitu rutin dan konsisten.

Berikut ini Pola Perawatan harian dan Stelan Harian untuk burung Cucak Hijau:
Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan (karamba mandi atau semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing burung).
Bersihkan kandang harian. Ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
Berikan Jangkrik 3 ekor pada cepuk EF. Jangan pernah memberikan Jangkrik secara langsung pada burung.
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis.
Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
Siang hari sampai sore (jam 10.00-15.00) burung dapat di Master dengan suara Master atau burung-burung Master.
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali diteras, boleh dimandikan bila perlu.
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF.
Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara Master selama masa istirahat sampai pagi harinya.

PENTING

Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu. Contoh setiap hari Senin pagi dan hari Kamis pagi.
Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum'at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
Pengumbaran di kandang umbaran dapat dilakukan 4 jam perhari selama 4 hari dalam seminggu.
Berikan Multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja.
Berikan buah pisang yang yang telah diolesi Madu setiap hari Sabtu.

PENANGANAN APABILA KONDISINYA OVER BIRAHI
Pangkas porsi Jangkrik menjadi 1 pagi dan 1 sore
Bisa diberikan 2 ekor Ulat Bambu dalam 3 hari berturut-turut
Frekuensi mandi dibuat lebih sering, misalnya pagi-siang dan sore
Lamanya penjemuran dikurangi menjadi 30 menit/hari saja

PENANGANAN APABILA KONDISINYA DROP
Tingkatkan porsi pemberian Jangkrik menjadi 5 pagi dan 5 sore
Tingkatkan porsi pemberian Kroto menjadi 3x seminggu
Mandi dibuat 2 hari sekali saja
Burung segera diisolasi, jangan melihat dan mendengar burung Cucak Hijau lain dahulu
Lamanya penjemuran ditambah menjadi 2-3 jam/hari


PERAWATAN DAN STELAN UNTUK LOMBA

Perawatan lomba sebenarnya tidak jauh berbeda dengan perawatan harian. Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan Lomba untuk burung Cucak Hijau:
H-3 sebelum lomba, Jangkrik bisa dinaikkan menjadi 10 ekor pagi dan 6 ekor sore.
H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
1 Jam sebelum digantang lomba, berikan Jangkrik 3 ekor dan Ulat Hongkong 10-20 ekor.
Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.

PENTING
Jangan memandikan burung pada saat di lapangan, karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat tidak stabil.
Berikan kesempatan pada burung untuk beradaptasi sebentar pada suasana lapangan, agar burung tidak kaget.


PERAWATAN DAN STELAN PASCA LOMBA

Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini Pola Perawatan dan Stelan pasca Lomba untuk burung Cucak Hijau:
Porsi EF dikembalikan ke Stelan Harian.
Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.


PERAWATAN DAN STELAN PADA MASA MABUNG

Mabung (Moulting) atau rontok bulu merupakan siklus alamiah pada keluarga burung. Perawatan burung pada masa mabung adalah menjadi hal yang sangat penting, karena apabila perawatan yang salah pada masa ini akan membuat burung menjadi rusak. Pada masa mabung ini, metabolisme tubuh burung meningkat hampir 40% dari kondisi normal. Oleh karena itu, burung butuh asupan nutrisi yang berkualitas baik dengan porsi lebih besar dari kondisi normal. Hindari mempertemukan burung dengan burung sejenis, karena akan membuat proses mabung menjadi terganggu. Dampak dari ini adalah ketidak seimbangan hormon pada tubuh burung. Proses mabung juga berhubungan dengan hormon reproduksi.

Berikut ini Pola Perawatan masa mabung:
Tempatkan burung di tempat yang sepi, jauh dari lalu lintas manusia. Sebaiknya burung lebih banyak dalam kondisi dikerodong.
Mandi cukup 1x seminggu saja dan jemur maksimal 30 menit/hari
Pemberian porsi EF diberikan lebih banyak karena sangat diperlukan untuk pembentukan sel-sel baru dan untuk pertumbuhan bulu baru. Misalnya: Stelan Jangkrik dibuat 5 ekor pagi dan 5 ekor sore, Kroto 1 sendok makan setiap pagi dan Ulat Hongkong 3 ekor setiap pagi.
Berikan Multivitamin yang berkualitas yang dicampur di air minum 2x seminggu.
Perbanyak pemberian buah pepaya, karena buah pepaya sangat mudah dicerna sehingga melancarkan proses metabolisme tubuh burung. Disamping itu buah Pepaya banyak mengandung banyak vitamin C yang akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh burung.
Lakukan pemasteran. Masa mabung membuat burung lebih banyak pada kondisi diam dan mendengar. Inilah saat yang tepat untuk mengisi variasi suara sesuai dengan yang kita inginkan. Lakukan pemasteran dengan tepat, sesuaikan karakter dan tipe suara burung dengan suara burung master

Tips 

1. Jika burung jantan untuk penangkaran tidak juga gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau burung betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor burung tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature.

Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.
2. Jika burung-burung anakan dari penangkaran kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral.
Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.

Cara Merawat Cucak Jenggot


Merawat Cucak Jenggot Agar Tetap Bugar

Pemberian Ekstra Fooding Yang Tepat Dapat Meningkatkan Birahi Cucak Jenggot.

Perawatan cucak jenggot sebenarnya sama denganburung pemakan buah pada umumnya, yaitu voer, buah dan ekstra fooding. Pemberian makan voer pada cucak jenggot sebaiknya disesuaikan pada kebutuhan makan hariannya. Sebaiknya pemberian voer diganti setiap hari agar burung lebih terjamin kesehatannya.
Pemberian buah-buahan dapat berupa pisang kapok putih, papaya dan apel. Pemberian boleh diselang seling, tapi sebaiknya pemberian papaya diberikan pada hari senin atau sehari setelah lomba. Hari berikutnya boleh diberi pisang kapok putih atau apel merah. Ekstra fooding yang biasa diberikan pada cucak jenggot antara laing jangkrik, kroto, ulat hongkong, dan ulat bamboo.
Pemberian ekstra fooding biasanya disesuaikan dengan karakter burung, karena hal ini dapat mempengaruhi birahi burung. Perlu diketahui, cucak jenggot sebenarnya bukan burung yang bertipe petarung. Sifat tarung yang dimiliki biasanya berhubungan dengan tingkat birahi burung tersebut. Oleh sebab itu, pemberian ekstra fooding yang tepat dapat meningkatkan birahi cucak jenggot.

Seperti burung yang lain cucak jenggot juga memerlukan perawatan mandi jemur. Perawatan ini harus rutin dan teratur, agar burung dapat bekerja dengan stabil. Setiap kicau mania mempunyai cara yang berbeda-beda dalam merawat burung andalannya, tapi secara umumperawatan dimulai pukul 07.00 ketika kerodong dibuka. Setelah itu burung diangin-anginkan selama setangah jam.
Setelah diangin-anginkan burung dimandikan di keramba. Sebagian besar cucak jenggot mandi di dalam keramba, apabila tidak mau keramba boleh disemprot. Pada waktu burung mandi sangkar bias dibersihkan. Jangan lupa menggantiair minum, buah dan voer dengan yang baru. Berikan pula ekstra fooding berupa jangkrik dua ekor dan ulat hongkong seekor, kalau bias yang putih (baru ganti kulit) kemudian burung dijemur.

Penjemuran bisa dilakukan selama 1 hingga 2 jam, kalau bias jangan lebih dari itu, karena dapat merusak bulu burung. Pada saat penjemuran, sebaiknya tidak terlihat cucak jenggot lain, agar birahi burung dapat terjaga. Setelah dijemur diangin-anginkan selama 15 menit kemudian dikerodong lagi, pada sore hari berikan seekor jangkrik dan ulat hongkong.
Ada pula kicau mania yang tidak mengerodong cucak jenggotnya setelah penjemuran, hal itu dibolehkan, tergantung karakter masing-masing burung. Tapi perlu diingat, malam hari burung harus dikerodong.

Penyakit Pada Cucak Rowo dan Cara Pengobatannya




PENYAKIT DAN CARA PENGOBATANNYA
Bulu Rontok
Seperti pada jenis unggas lain, setiap satu tahun sekali, Cucak Rawa akan mengalami pergantian bulu dan biasanya terjadi sesudah musim kawin. Di dalam kandang penangkaran, perkawinan diupayakan lebih dari satu kali dalam setahunnya. Dalam keadaan seperti ini biasanya bulu-bulu burung akan lepas dengan sendirinya, tetapi kemudian akan tumbuh bulu baru sebagai penggantinya. Pergantian bulu ini tidak perlu dicegah, karena merupakan proses alami yang harus terjadi dan untuk perbaikan masa yang akan datang. Biasanya semakin bertambah usia, bulu burung akan tampak semakin indah dan sempurna.
Kerontokan bulu juga dapat terjadi karena dicabuti oleh burung lain atau oleh burung itu sendiri. Bila hal ini terjadi, pertama-tama harus dicari penyebabnya, apakah karena kutu, caplak atau sejenis jamur yang mengganggunya. Bila penyebabnya adalah kutu, caplak atau sejenis jamur, berikan semprotan obat pembasminya yang berkadar rendah langsung pada bulunya dengan menggunakan sprayer. Lakukan dengan hati-hati, karena semprotan ini dapat menyebabkan burung ini mabuk.
Selain karena kutu-kutu tersebut, sering terjadi burung-burung mencabuti bulunya sendiri atau bulu temannya. Untuk mencegah hal ini terjadi, berikan obat anti kanibal yang dicampurkan ke dalam pakan atau air minumnya.


Induk Cucak Rawa Membuang Anak Atau Telurnya
1. Induk burung Cucak Rawa tidak merasa nyaman dengan lingkungan dan merasa terancam. Hal itu bisa disebabkan Cucak Rawa memang tergolong burung yang sensitive, umumnya kandang burung Cucak Rawa dibuat dari tembok yang tertutup. Suara bising, gaduh serta bau yang menyengat merupakan salah satu faktor yang membuat burung cucak rawa tidak merasa nyaman. Ganguan binatang baik tikus,kucing maupun A*J*N* juga merupakan faktor yang dapat membuat burung Cucak Rawa merasa terancam. Pemecahan masalah ini yaitu meminimalkan ganguan lingkungan tersebut. Jauhkan kandang dari keramain orang maupun kendaraan bemotor dan juga jauhkan kandang dari ancaman binatang peliharaan maupun binatang liar .
2. Induk burung Cucak Rawa tidak merasa nyaman sehingga membuang serabut dan menata kembali bahan pembuat sarang. Dalam proses membuang dan menata kembali serabut tadi telur ikut jatuh. Pemecahan masalah ini yaitu dengan membuat sarang lebih dari satu sehingga induk Cucak Rawa bisa memilih sendiri posisi dan kenyamanan sarang yang kita buat. Dan juga beri tambahan serabut halus untuk ditambahkan sendiri oleh induk Cucak Rawa agar induk merasa nyaman.
3. Induk burung Cucak Rawa birahi lagi. Hal itu dapat terjadi bila pemberian extra fooding yang berlebihan. Ukuran yang normal untuk induk yang sedang produksi perkandang yaitu 40 ekor jangkrik maksimal, sedangkan bila sudah mengeram maksimal 10 ekor dan bila telur menetas maximal 60 ekor. Hal tersebut banyak diamini oleh para penangkar burung cucakrawa.
4. Induk yang memang nakal. bila itu terjadi jual aja induknya atau cari babuan buat mengerami. bisa babuan kutilang atau trucukan. kutilang lebih cocok dibuat babuan, karena sifatnya yang telaten dan cepat beradaptasi dengan lingkungan

Berak Darah

Burung tampak lesu, bulu kusut, sayap ke bawah, mata tertutup, mencret, tinjanya encer, dan bila telah parah sering berwarna kemerahan karena darah, tidak mau bertengger dan akan duduk di lantai sangkar. Bila ini terjadi, maka Jauhkan burung sehat dari burung yang sakit, agar tidak tertular melalui kotoran, dan bersihkan sangkar dari kotoran yang menumpuk dan sisa pakan yang basi. Jaga kesehatan burung agar jangan sampai terganggu pencernaannya, karena penyakit ini menyerang usus higga menyebabkan peradangan, luka dan mengeluarkan darah.
Pengobatan:
Bila menghadapi keadaan seperti ini segera pisahkan burung ini dan masukkan ke dalam sangkar karantina. Kurangi porsi makannya agar ada kesempatan untuk menyembuhkan usus yang terluka, dan berikan makan yang halus. Berikan minum Coxilin atau Sulfaquinoxilin dan tambahkan vitamin ke dalamnya. Dapat juga dengan memberikan kapsul Terafit, yang harus dimasukkan ke dalam mulutnya.

Gangguan Pencernaan

Seperti pada gejala berak darah, ditambah dengan gerakan berjingkat-jingkat sewaktu buang kotoran. Ada tiga kemungkinan pada gangguan pencernaan ini, mungkin berak darah, berak kapur atau susah buang kotoran. Bila ini terjadi, Hindarkan pakan yang dapat mengganggu dan merusak pencernaan, karena burung ini memang memiliki system pencernaan yang kurang baik. Jagalah kebersihan kandang, berikan cukup air minum dan sekali waktu berikan papaya untuk melancarkan pencenaan. Hindarkan makanan yang dapat merusak pencernaan burung, misalnya kaki serangga, sayap serangga atau biji buah yang keras misalnya biji buah jambu batu atau pisang batu.
Pengobatan:
Bila burung terkena penyakit berak darah atau berak kapur, lakukan seperti yang diuraikan di atas. Tetapi bila burung mengalami susah berak, biasanya ada kotoran yang tertahan sampai beberapa hari, dan burung akan nampak menderita karena sakit.
Masukkan air sabun ke dalam duburnya melalui spuit (alat suntik) yang sudah diambil jarumnya. Air sabun akan memudahkan dan melancarkan saat burung akan buang kotoran atau berak. Berikan makan papaya agar membantu pencernaan serta taburkan batuan kecil dan kerikil batu apung.

Radang Mata

Mata membengkak dan mengandung air, mungkin dapat menyebabkan matanya melekat sehingga sukar dibuka. Sehingga kurang bergairah dan tampak bingung bila didekati. Bila ini terjadi, Usahakan agar tidak banyak angin yang masuk ke dalam kandang. Asap yang masuk ke dalam kandang juga dapat menjadi penyebab, atau masuknya benda asing ke mata, seperti pasir, serbuk atau debu.
Pengobatan:
Periksalah keadaan mata, bila bengkak atau infeksi berikan salep mata. Tetapi bila tidak, cukup cuci dengan obat pencuci mata atau obat tetes mata. Usahakan agar burung tidak mendapatkan banyak sinar matahari yang menyilaukan atau adanya pantulan benda seperti kaca, seng yang baru, warna putih tembok atau warna lain yang merangsang. Warna benda dan cat sekeliling kandang penangkaran akan berpengaruh terhadap kesejukan dan kenyamanan, sehingga membuat kerasan bagi penghuninya.

Sisik pada kaki 

pada semua burung, kaki yang bersisik adalah proses yang wajar. akan tetapi, keadaan ini seringkali diartikan sebagai tanda bahwa burung tersebut sudah tua atau terkadang malahan dianggap sebagai biang kekurang menarikan burung tersebut. Hal tersebut tidaklah sepenuhnya benar. 
a. penyebab
sisik pada kaki Cucak Rawa umumnya kan timbul setelah usianya tua. Namun, bila baru dipelihara 3-4 tahun ada beberapa kemungkinan yang menyebabkannya.
1) burung terlalu liar dan banyak bergerak
2) sangkar yang digunakan kurang memadai
3) jarang dimandikan atau memandikannya kurang baik
4) ada gangguan berupa parasit sebagai akibat kebersihan yang kurang terjaga.
Dari beberapa kemungkinan tsb diatas, faktor ke 1 dan 4 adalah faktor yang paling umum kita jumpai.
b. pencegahan dan pengobatan
timbulnya sisik ini tidak dapat dicegah, tapi hanya diminimalisir atau diperlambat melalui cara-cara :
1) tidak memaksanya untuk cepat jinak
2) burung dewasa yang liar letakkanlah ditempat yang agak tinggi.
3) Pergunakan sangkar yang lumayan besar 
4) Sering dimandikan dengan cara yang baik
5) Sesering mungkin menjemurnya
6) Selalu menjaga kebersihan sangkarnya
7) Mengoleskan hand body tiap kwartal
Pengobatan yang dilakukan untuk menghilangkan sisik tidak hanya cukupsekali maupun dua kali. Pengobatan yang baik dilakukan secara kontinyu/berulang-ulang.
Hambatan pengobatan ini terjadi pada saat menangkapnya *terutama bagi yang belum jinak tentunya* efek dari ditangkap itu sendiri adalah burung dapat menjadi takut, enggan berkicau serta bulunya dapat rusak.
Untuk memudahkan penangkapan adalah saat burung usai mandi.
Setelah ditangkap, sisik yang ada dapat diolesi minyak goreng yang hangat, pasta gigi atau bahkan balsem serta hand body lotion. Saat mengoleskannya, usahakan sambil diurut-urut. Ulangilah tiap hari, setelah hari ke-4, bersihkan daerah kaki tersebut dengan air hangat *ingat…!!! Lakukan dengan hati-hati dan tanpa harus memaksa melepaskannya*.

Menjaga Kemurnian Suara Cucak Rowo



Para penggemar fanatik Cucak Rawa rata-rata memiliki keinginan yang sama, yakni memiliki kicauan Cucak Rawa yang suaranya tidak terkontaminasi oleh suara yang lainnya.
Dengan kata lain, Cucak Rawa yang memiliki citarasa yang baik adalah Cucak Rawa yang memiliki orisinalitas suara/kemurnian suaranya terjaga dengan baik.
Salah satu enyebab suara Cucak Rawa kurang berkualitas lebih dipengaruhi perawatan serta perlakuan yang kurang baik. Walau tidak sepenuhnya benar, dan tidak sepenuhnya pula bisa berhasil, Cucak Rawa yang memiliki suara kurang baik masih dapat diperbaiki.

Pada burung-burung berkicau jenis yang lain, suara variasi dari hasil memaster/manyadur suara dari burung-burung yang lainlah yang menjadi andalan. Bahkan untuk menaikkan kualitas suaranya, mereka dimaster dengan menggunakan suara-suara yang tajam (mbeset) yang bertujuan untuk mengungguli burung lain sejenisnya manakala dikonteskan. Ambilah satu contoh Murai batu, variasi suaranya lebih dari 10macam dan itupun masih bisa dimaster lagi dengan suara burung lain agar suaranya menjadi lebih dahsyat.
Hal tersebut diatas sangat bertolak belakang dengan Cucak Rawa, karena Pada dasarnya, suara kicauan Cucak Rawa yang baik adalah suara murni Cucak Rawa itu sendiri yang jelas-jelas kurang memiliki variasi, serta vokalnyapun kurang jelas (seperti berkumur-kumur)
Bilaman akita perhatikan, suara Cucak Rawa bila diistilahkan sebagai suatu kosakata, suara Cucak Rawa hanya terdiri dari suara tlang-tang-tling-tlung-tung dan hanya memiliki kisaran 5 variasi saja. 
Terkontaminasinya suara cucakrawa dengan suara lain maupun kicauan burung lain yang ditirunya dapat menyebabkan kurangnya minat calon pembeli yang benar-benar mengerti akan Cucak Rawa yang secara otomatis pula akan menjatuhkan kharismanya sekaligus nilai jualnya. Langkah antisipatifnya adalah dengan menjauhkan/menghindarkannya dari kicauan maupun suara-suara yang kurang baik. Untuk kita pahami bersama, Cucak Rawa tergolong pandai walaupun tidak secerdas burung yang lainnya. Kan tetapi, bila terlalu sering mendengarkan suara tertentu, maka Cucak Rawa dapat menyuarakannya ulang dengan baik sesuai bunyi aslinya. Adaun suara yang harus dihindari adalah suara yang bertype volume besar, berat, namun disuarakan dengan lembut/mengalun. Seperti suara poksai, perkutut, murai batu, ayam, ****** serta beberapa bunyi seperti terompet, balon dan klakson mobil.
Memelihara Cucak Rawa tampaknya jauh lebih mudah, selain kita tidak membutuhkan masteran burung lain (karena hal tersebut memang tidak diperbolehkan) namun pada kenyataannya tidaklah semudah itu untuk membentuk dan menemukan ataupun memiliki Cucak Rawa yang suaranya berkualitas. Hal ini disebabkan karena syarat-syarat suara Cucak Rawa yang berkualitas selain tidak terkontaminasi oleh suara yang lain, suara Cucak Rawa yang berkualitas adalah bilamana seekor burung Cucak Rawa dapat melantunkan suaranya secara baik, kemudian dapat mengulanginya dalam tempo yang tinggi/cepat dan terus berulang, serta menyuarakannya dengan lantang, keras dan lepas seperti manakala dia berada di alam bebas.
Kesimpulan yang bisa kita tarik dari tulisan diatas bahwa untuk memiliki Cucak Rawa yang berkualitas maka *mempertahankan kemurnian suara Cucak Rawa adalah suatu keharusan*. Kemurnian suara ini bertujuan agar kita sebagai para penggemar suara Cucak Rawa setiap kali mendengarkan suara kicauannya, karena gema suaranya, seakan kita merasa ditengah-tengah hutan rimba, terkadang pula, kicauan Cucak Rawa yang bergulung-gulung bisa diibaratkan seperti deru suara aliran air yang deras. Patut diakui, bahwa dengan mendengarkan kicauan suara Cucak Rawa memang dapat memberikan kesejukan tersendiri di dalam hati para pendengarnya.

Mengenal Burung Cucak Rowo dan Penyebarannya



Cucak Rawa dikenal umum sebagai cucakrawa, cangkurawah (Sunda), dan barau-barau (Melayu). Dalam bahasa Inggris disebut Straw-headed Bulbul, mengacu pada warna kepalanya yang kuning-jerami pucat. Nama ilmiahnya adalah Pycnonotus zeylanicus (Gmelin, 1789). Cucak Rawa tergolong sebagai burung yang berukuran sedang, panjang tubuh totalnya (diukur dari ujung paruh hingga ujung ekor) sekitar 28 cm.

Jantan dan betina berwarna serupa, bulu mahkota (sisi atas kepala) dan penutup telinga berwarna jingga atau kuning jerami pucat, bulu strip malar di sisi dagu dan garis kekang yang melintasi mata berwarna hitam. Bulupunggung berwarna coklat zaitun bercoret-coret putih, sayap dan ekor kehijauan atau hijau coklat zaitun. Bulu dagu dan tenggorokan berwarna putih atau semu putih, bulu leher dan dada berwarna abu-abu bercoret putih. Bulu perut berwarna abu-abu, dan bulu pantat berwarna kuning. Iris mata berwarna kemerahan, paruh berwarna hitam, dan warna kaki coklat gelap. Disetiap asal usulnya ada perbedaan warna mulai dari sumatra badan besar, warna kepala kuning kecoklatan. Sebaliknya yang berasal dari kalimatan hanya berwarna kuning saja. Burung Cucak Rawa kerap kali bermisai halus, beberapa pula dengan warna hitam di kepala, jambul yang dapat digerak-gerakkan, atau janggut putih.

Burung Cucak Rawa atau Cucak Rowo merupakan salah satu anggota suku merbah. Merbah atau disebut juga cucak-cucakan (familia Pycnonotidae) merupakan suku burung pengicau dari Afrika dan Asia tropis. Burung-burung ini kebanyakan memiliki suara yang merdu dan nyanyian yang beraneka ragam, kerap kali hutan menjadi ribut oleh suaranya terutama di pagi dan petang hari. Dalam bahasa Inggris, burung-burung ini dikenal sebagai Bulbuls.

Merbah aslinya dalam bahasa Melayu merujuk kepada beberapa jenis burung pengicau yang berbulu suram di semak belukar, termasuk pula jenis-jenis burung pelanduk, tepus, bentet dan lain-lain. Di sini, untuk kepentingan standarisasi penamaan seperti yang digunakan LIPI, merbah digunakan terbatas untuk menyebut burung-burung dari keluarga Pycnonotidae. Selain disebut merbah, burung-burung dari suku ini memiliki beberapa sebutan umum yang lain seperti cucak (Jawa), tempuruk, empuruk. tempulu’, empulu’, pampulu, empuloh (aneka bahasa Melayu di Sumatera dan Kalimantan), dan lain-lain.
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Passeriformes
Famili : Pycnonotidae
Genus : Pycnonotus
Spesies : P. zeylanicu
Nama binomial : Pycnonotus zeylanicus
Kebiasaan dan Penyebaran
Seperti namanya, Cucak Rawa biasa ditemukan di paya-paya dan rawa-rawa di sekitar sungai, ataupun di tepi hutan. Cucak Rawa sering bersembunyi di balik dedaunan dan hanya terdengar suaranya yang khas. Burung ini senang menjelajah semak belukar dan hutan yang setengah terbuka, mereka memetik aneka buah kecil-kecil dan memburu serangga dan sebagian lagi lebih senang tinggal di atas pepohonan. Suaranya lebih berat dan lebih keras dari umumnya cucak dan merbah. Siulan jernih, jelas, berirama baku yang merdu. Kerap kali terdengar bersahut-sahutan. Di alam bebas, burung ini memangsa aneka serangga, siput air, dan berbagai buah-buahan yang lunak seperti buah dari jenis-jenis beringin. Burung ini sering didapati berpasangan atau berkelompok, burung-burung ini terkadang bercampur dengan jenis yang lain. Ramai bersuara nyaring saling memanggil.

Cucak Rawa membuat sarang di atas pohon atau perdu, berbentuk cawan dari rumput, tangkai daun, atau serpihan daun, bercampur dengan serat-serat yang lain. Telur 2-3 butir. Cucak Rawa menyebar di dataran rendah dan perbukitan di Semenanjung Malaya, Sumatra (termasuk Nias), Kalimantan, dan Jawa di bagian barat. Di Jawa Barat terdapat sampai ketinggian 800 m dpl., namun kini sudah sangat jarang akibat perburuan.

Burung Cucak Rawa hidup di hutan belantara terutama di daerah rawa atau pada muara sungai kecil yang dangkal dan berair tenang, karena burung ini gemar mandi dan berjemur sinar matahari di waktu pagi sambil berkicau riang diatas dahan dan ranting yang menjorok di atas sungai. Mereka hidup secara begerombol atau berkelompok terutama pada senja hari di menjelang matahari tenggelam. Pada pagi hari mereka akan mandi bersama dengan berkicau riang. Setelah puas, mereka akan terbang secara berpasangan untuk mencari makan.

Pada saat musim kawin tiba, yaitu menjelang musim penghujan sekitar bulan Juli sampai dengan bulan September, pasangan dewasa akan mulai membuat sarang secara bersama-sama. Untuk menghindari gangguan dari musuh alami atau manusia, burung ini biasanya membuat sarang pada pucuk ranting yang tinggi atau pada ranting yang kering. Sarang biasanya dibuat dari ranting-ranting kecil dan rumput-rumput kering, yang dibentuk menyerupai mangkok. Setelah sarang selesai dibuat, tiba saatnya burung betina akan bertelur antara 2 sampai 4 butir, tetapi biasanya hanya 2 telur saja. Selama kurang lebih 2 minggu, telur-telur ini akan dierami oleh induknya secara bergantian. Setelah menetas, secara bergantian pula, induknya akan menyuapi anak-anaknya. Pada saat umur 3 bulan, anak Cucak Rawa mulai diajak keluar sarang untuk belajar terbang agar dapat mencari makan sendiri. Telur yang berhasil menetas biasanya terdiri atas jantan dan betina, yang selanjutnya akan menjadi pasangan induk baru. Tetapi tidak jarang terjadi, pasangan bukan dari satu tetasan atau satu induk, tetapi ditemukan setelah mereka dewasa.

Musuh alami burung Cucak Rawa adalah ular dan binatang hutan lainnya. Dewasa ini, musuh Cucak Rawa yang paling berbahaya adalah manusia. Karena nilai jualnya tinggi, berbagai cara ditempuh untuk mendapatkan cucakrawa, baik dengan cara dijaring, dipikat, bahkan dengan cara dipancing. Sasarannyapun bervariasi, mulai dari Cucak Rawa anakan, Cucak Rawa muda-hutan, sampai Cucak Rawa dewasa. Bahkan telurnyapun sering diambil untuk ditetaskan. Tindakan ini mengakibatkan populasi Cucak Rawa di habitat aslinya menurun secara drastis, karena semata-mata untuk mengejar keuntungan dan penyaluran hobi tanpa memperhitungkan segi-segi negatifnya. Bila hal ini tidak segera mendapatkan perhatian, maka dapat dipastikan dalam waktu dekat jumlah Cucak Rawa akan semakin menipis bahkan mungkin punah. 

Memperbaiki Kicauan Burung Cucak Rowo


AGAR BURUNG CUCAK RAWA RAJIN BERKICAU DAN MEMPERBAIKI PERFORMA KICAUANNYA
Salah satu hal yang menjengkelkan bagi pecinta burung adalah burung tidak mau bunyi. Mungkin beberapa tips ini bisa memberikan obat buat anda yang lagi bingung mencari jawaban permasalahan tersebut.
1. Pastikan burung anda dalam keadaan sehat. Hal itu dapat dilihat dari tingkah laku dan kotoran burung tersebut. Burung Cucak Rawa yang sehat berperilaku agak liar dan tidak malas. Sedangkan kotoran burung yang sehat yaitu tidak encer /mencret dan berwarna sesuai makanannya. Bila diberi makan pelet hijau maka kotoran harus hijau bukan putih.
2. Jemur burung mulai jam 7-9 pagi setiap hari supaya burung tidak kutuan dan bisa bergerak lincah. Sediakan air yang cukup untuk mandi atau mandikan dulu baru dijemur.
3. Pastikan setiap hari burung memakan extra fooding berupa jangkrik atau kroto. Tapi saya sarankan kasih jangkrik pagi 4 sore 4 biji untuk menghangatkan badan. Pemberian extra fooding yang berlebihan membuat burung sangat birahi dan bulunya menjadi kusam.
4. Carikan pasangan baik jantan maupaun betina untuk merangsang berkicau (saling bersahutan) tetapi jangan yang betul betul jadi (umur diatas 3 th) karena secara mental burung kita pasti kalah dan jadi macet.
5. Tambahkan mineral pada air minum dan ganti setiap hari.

Detail Perbaikan Performa Dapat Diuraikan Secara Lebih Intens Seperti Ini :

Kebanggan Memiliki Cucak Rawa tidak terbatas atau berhenti saat kita bisa membelinya saja, namun rasa bangga ini harus disertai dengan kemauan untuk merawatnya dengan baik agar Cucak Rawa yang kita miliki mempunyai suara yang patut dibanggakan. Masa rawatan kurang dari 3 tahun masih memungkinkan bagi kita untuk bisa membenahinya (walaupun tidak semuanya bisa kita benahi). Lebih dari 3 tahun, maka kemungkinan memperbaiki kualitas suaranya akan relatif kecil.
Berikut langkah-langkah konkret yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki kualitas suara Cucak Rawa

1. Benahi terlebih dahulu kondisi fisiknya

Salah satu penyebab kurang baiknya suara Cucak Rawa adalah faktor buruknya kondisi fisik burung itu sendiri. Oleh karenanya, perbaikan fisik ini menempati prioritas utama yang harus sesegera mungkin diperhatikan dan diupayakan. Perbaikan kondisi fisik ini dapat dilakukan melalui cara memberikan makanan alami/makanan hidup/EF lebih banyak dari biasanya. Makanan buatan/pelet/voer walaupun sudah baik, bilamana memungkinkan kita oplos lagi dengan madu, telur lalu dijemur sampai kering.
Mandi sesering mungkin yang mempunyai tujuan untuk meredakan stress, memperbaiki penampilan (bulu) serta membuat kicaunnya lebih rajin dan lebih bening.

2. Pengembunan

Adalah menempatkan Cucak Rawa di luar rumah. Biasanya dilakukan menjelang fajar/matahari terbit. Namun bilamana masih kurang rajin, bisa dilakukan sejak sore hari dalam kondisi dikerodong hingga besok paginya menjelang fajar kerodongnya dibuka agar bisa melihat matahari terbit.
Hal ini juga dapat dilakukan pada Cucak Rawa anakan, bakalan, maupun yang telah rajin berkicau agar lebih rajin berkicau serta membuat suaranya lebih bening.

3. pertemukan dengan lawan jenisnya/memasangkan

bertujuan untuk merangsang Cucak Rawa agar lebih rajin berkicau hingga pada muaranya akan berkicau dengan lantang. Hal ini didasari bahwa di alam bebasnya, Cucak Rawa berkicau bersahut-sahutan.
Bila mempertemukan dengan lawan jenisnya jelas sudah artiannya, yaitu mempertemukan jantan dengan betina dan sebaliknya. Namun bila memasangkan, bisa berarti mempertemukan jantan dengan jantan (tapi tidak bisa disatukan dalam 1 sangkar) dan bukan betina dengan betina. Hal ini didasarkan pengalaman, Karena ada banyak penggemar yang tidak mendapatkan kemajuan suara apapun walaupun berkali-kali mencoba mendekatkan sangkar bahkan sejak masih bakalan antara betina dengan betina. Sedangkan antara jantan dengan jantan dapat dipasangkan suaranya dikarenakan mereka saling menjaga teritorialnya. 

Cara ini memiliki kelabihan dan kekurangan

Kelebihannya adalah burung akan rajin berkicau, kadang tanpa mengenal waktu, bahkan bila disatukan dalam satu kandang, maka akan cenderung berjodoh. Namun, ada kelemahannya yakni burung akan malas berkicau bila pasangannya terlepas, mati ataupun tidak dipertemukan.
Sulitnya lagi, manakala kita mau mencarikan pasangannya yang baru, kita akan terkendala untuk menemukan Cucak Rawa baru yang kualitasnya kurang lebihnya sama.

Ciri suara CUCAK RAWA yang baik untuk dipasangkan

Karakter yang dimiliki CUCAK RAWA berbeda 1 dengan yang lainnya. Ada juga CUCAK RAWA yang rajin berkicau walau sendirian. Namun ini jarang kita jumpai karena pada dasarnya burung ini adalah burung koloni, tetapi ada juga yang suka berkicau bilamana terpancing dengan CUCAK RAWA atau burung pendamping lainnya.
Ciri-ciri burung yang mudah dipasangkan adalah yang memiliki suara yang mudah memancing burung sejenisnya untuk berkicau. Suara yang dikicaukan cenderung lembut/tidak terlalu keras dan ada kesan ditahan-tahan. Akan tetai bila ada Cucak Rawa lain yang menyambut suaranya, maka Cucak Rawa tersebut akan lebih mengeraskan suara dan kecepatannya.

4. dekatkan dengan sumber air

Pada habitat aslinya, CUCAK RAWA selalu berada disekitaran tempat yang dekat dengan sumber air. Air selain menjadi pemenuh kebutuhan hidup Cucak Rawa juga berfungsi sebagai tempat mandi, mencari makanan dan berkumpul maupun bercengkrama pada saat musim kawin tiba. Pada saat kita pelihara/menjadi klangenan, disarnkan kita menempatkan sangkarnya dekat dengan sumber air maupun suara air yang mengalir. Bisa dekat kolam, empang, akuarium, ataupun kamar mandi.. tapi yang jelas tidak dekat dengan dispenser lho hehehehehehe.. sorry dikit oot biar gak tegang terus.

5. dekatkan dengan burung-burung yang bersuara baik

burung-burung yang dimaksud adalah burung-burung yang memiliki kicauan yang secara irama hampir mirip dan menyerupai Cucak Rawa agar lebih rajin berkicau. Sebenarnya, Memacu Cucak Rawa untuk berkicau adalah dengan memelihara lebih dari 1 ekor, namun bilamana kurang memungkinkan, kita bisa memelihara beberapa burung tersebut dibawah ini sebagai bandul untuk memancing minatnya berkicau.

1) Srintel (greater racket-tailed drongo/dicrucus paradiseus)
Suara burung srintel ini tampak mirip dengan suara burung Cucak Rawa jantan dewasa.

2) Kenari afrika (Black Throat) 
Burung ini memiliki kicauan yang baik dan cepat, kecepatan variasinya nyaris tanpa celah maupun jarak. Diantara variasinya, ada kicauannya yang hampir mirip Cucak Rawa. Kelabihannya lagi, burung ini bisa berkicau tiap 5 menit sekali yang tidak mampu dilakukan oleh burung-burung pendamping Cucak Rawa yang lainnya.

3) burung robin
Yang dipilih adalah yang jantan, kemampuan burung ini cukup baik dalam berkicau, terutama faktor kerajinan dan kecepatan nadanya. Terlebih lagi burung ini sangat mudah terpancing bersuara bila memndengar kicauan burung lainnya.

4) Burung Pancawarna
Sama dengan keterangan burung robin, karena tipikal suaranya kurang lebihnya sama.

5)burung trengganis
Memiliki kecepatan suara serta alunan suara yang kurang lebihnya seperti robin, namun memiliki ketajaman suara yang lebih baik dari robin.

6) Cucak Thailand (Chlorophis aurifrons)
Juga sering disebut sebagai cucak cungkwok, ketajaman suaranya lebih keras dari burung trucukan yang bersuara ropel

7)burung burung trocok/trucukan/jogjog/jokjok/celukluk/merbah
Akhir-akhir ini, burung trocok/trucukan/jogjog/jokjok/celukluk/merbah ini banyak dipelihara karena suaranya relatif bertipe sama dengan Cucak Rawa, yakni roppel/rovel namun volume suaranya jauh lebih kecil dan lebih lunak. Burung jenis ini dapat memberi kontribusi suara yang cukup baik bagi Cucak Rawa. Oleh karenanya, burung ini lebih banyak dipilih sebagai pendamping Cucak Rawa
Walau kadang terkesan monoton, Sebenarnya kemampuan berkicau burung-burung dari keluarga besar cucak ini ini tidak terlalu buruk, terlebih bila dipelihara secara berpasangan (disarankan jantan-betina) atau minimal lebih dari satu. Hal ini juga berlaku terhadap burung Cucak Rawa yang dipasangkan Seperti uraian diatas.

Memasang ring Cucak Rawa dan menentukan jenis kelaminnya pada saat masih piyik.
Ring Cucak Rawa biasanya dipasang berdasarkan jenis kelamin jantan Ring sebelah kanan dan betina ringnya dipasangkan disebelah kiri. Namun tak jarang pula para penangkar memasangkan ring hanya sebagai penanda saja. Jadi bilaman akita mendapatkan Cucakrawa yang sudah dewasa, kita perlu mengecek ulang jenis kelaminnya berdasarkan ciri-ciri yang telah saya uraikan diatas, terlebih bila burung tersebut kita daatkan di pasaran dan terjual secara terpisah ataupun tidak membeli sepasang mulai kecil dan kita besarkan bersama-sama.
Biasanya para penangkar yang berpengalaman akan memasang ring kepada anakannya yang belum genap berusia 14 hari, karena selain sulit memasangkan ring ini bbila usianya telah lebih dari 14 hari, kesulitan lainnya adalah penentuan jenis kelaminnya. Para penangkar profesional memastikan untuk memasang ring berdasarkan jenis kelaminnya. Penentuan jenis kelamin saat kecil ini tergolong cukup mudah yang didasarkan pada beberapa hal, diantaranya adalah :
1. melihat garis tengah di kepala
jantan garis tengah dikepala cenderung jelas (karena dewasanya rambut/bulu di kepala ini akan terbelah 2 bila jantan), sedangkan betina tanpa garis kepala atau garisnya tidak jelas
2. melihat jenis rambut/bulunya
bila jantan, maka cenderung lebih njegrak/berdiri, sedangkan betina rambutnya tidur/klimis.
3. berdasarkan besar badannya
jantan cenderung lebih besar terlebih dahulu karena biasanya piyikan jantan cenderung lebih aktif saat disuapi oleh induknya. Sedangkan betina adalah yang badannya cenderung lebih kecil.

MELATIH CUCAK RAWA BERKICAU.

Cucak Rawa bersuara baik, berkicau dengan variasi suara yang banyak selalu menjadi dambaan setiap penangkar. Pelatihan yang dilakukan dengan cara menggunakan burung pemandu, yaitu burung Cucak Rawa yang sudah pintar bernyanyi dan berkicau dengan suara kicauan yang penuh, terutama untuk Cucak Rawa bakalan. Keduanya sama-sama di tempatkan di tempat yang tinggi, Cucak Rawa pemandu ada di depan sedangkan Cucak Rawa bakalan ada di belakangnya. Lakukan cara ini berulang-ulang dan teratur sampai Cucak Rawa bakalan mampu mengikutinya atau menirukan dari nyanyian dan kicauan Cucak Rawa pemandu. 

Antara lain adalah memperdengarkan atau memaster dengan peralatan elektronika, bisa berupa digital maupun analog/kaset bunyi kicauan Cucak Rawa yang menang lomba atau suara master burung Cucak Rawa Rovel. Jangan membuat suara kaset/rekaman lebih keras dari suara burung Cucak Rawa bakalan karena Cucak Rawa bakalan akan diam dan berhenti berbunyi karena tidak mampu mengikuti suara tersebut, lebih baik suara kicauan Cucak Rawa kaset lebih pelan. Jika burung Cucak Rawa bakalan ini sudah dapat mengikuti nyanyian dengan baik dan makin rajin berkicau, pelatihan dapat dilanjutkan dengan menggantungkan sangkar burung ini di tempat yang lebih tinggi. Lakukan secara rutin setiap pagi hari selama 3 atau 4 kali seminggu dari jam 07:00 - 09:00; dan dapat dilanjutkan pada sore hari jam 16:00 - 17:00.
Sebaiknya menggantungkan burung Cucak Rawa ini dilakukan di pohon yang tinggi, selain teduh juga akan menciptakan suasana yang alami, sehingga burung merasa hidup di habitatnya.

Membedakan Burung Cucak Rowo


Cucak Rawa termasuk burung monomorfik di mana tidak ada perbedaan ciri fisik yang terlihat dari luar yang membedakan antara burung jantan dan burung betina. Namun demikian, ada beberapa patokan yang bisa digunakan untuk menentukan jenis kelamin burung Cucak Rawa oleh para penangkar.


Ciri fisik



Jantan 

Kepala bulat, dengan bulu berwarna lebih tua, tampak ada semacam belahan bulu. Bulu rahang lebih putih dan tampak bersih cerah. Bulupunggung dan sayap lebih abu-abu, garis-garis hitam putih lebih nyata. Ekor lebih panjang dan menyatu paruh tampak lebih kokoh kuat dan tebal serta agak melengkung. Garis hitam di bawah mata tampak lebih jelas.


Betina

Kepala lebih datar, dengan bulu berwarna lebih ringan, dan tidak ada belahan bulu. Bulu rahang lebih kotor, tampak putih keabu-abuan. Garis-garis hitam putih kurang jelas. Ekor lebih pendek dan sedikit agak mengembang. Paruh lebih pipih dan cenderung tampak lebih cantik. Garis hitam di bawah mata dengan warna lebih ringan.


Tingkah Laku dan Gerakan


Dari tingkah laku dan gerakannya, burung Cucak Rawa dapat diketahui sekaligus dibedakan antara jantan dan betinanya. Terutama bila Cucak Rawa telah jinak dan gerakannya telah menunjukkan kebebasan tanpa ada rasa takut.


Jantan

Gerakannya lebih agresif, sering melompat, seakan-akan menantang dan terlihat berani. Bila melihat lawan jenisnya seakan-akan merayu dan melakukan gerakan atraktif, sedang bila dengan jenis yang sama, seakan-akan ingin menyerang. Banyak gerakan kaki dan tubuh yang seakan-akan hendak mengangkat ke atas dan ekornya mengarah ke bawah. Kepala menunjukkan gerakan melongok ke atas dengan gerakan yang nampak berani dan menantang disertai dengan siulan keras bernada memanggil.


Betina

Gerakan lebih lamban dan tampak halus. Bila melihat lawan jenisnya akan menggerak-gerakkan sayap yang sedikit agak dikembangkan paruh terbuka dan lidah digerak-gerakkan seperti anak Cucak Rawa yang minta disuapi induknya. Sambil mendekat menyuarakan suara yang lembut, sambil merendahkan badan serta ekornya agak terangkat keatas. kepala sering merunduk atau merendah ke depan merendah sejajar dengan punggungnya.


Suara 


Dari suaranya, burung Cucak Rawa dapat dibedakan jenis kelaminnya, walaupun untuk itu perlu dibutuhkan waktu yang relatif lama.


Jantan

Lebih sering menyampaikan nada panggil tinggi, keras dan melengking. Banyak variasi nada dan irama yang sering diperdengarkan. Bila berkicau bersama atau berpasangan akan memimpin irama lagunya. Secara garis besar suaranya *Klang Kling Klung* saja


Betina

Suara terdengar besar dan dalam, seakan akan memberi jawaban kicauan burung jantan. Variasi suara lebih monoton dan seolah olah hanya mengikuti saja. Perbandingan ini akan nampak jelas lagi bila dua burung, jantan dan betina, sedang berkicau bersahut-sahutan saling didekatkan. Namun ada juga burung betina yang dapat bersuara doble atau ropel, sehingga dalam ini sulit untuk memilih atau menentukan antara jantan dan betina. Secara garis besar suaranya *Klang Kling Klung* diakhiri dengan *Kliuk*


Walaupun secara tampilan, Cucak Rawa tidaklah semenarik burung beo, burung kepodang, burung murai, kacer ataupun burung jenis lain yang memiliki warna yang indah. Bahkan dibandingkan dengan satu kerabatnya yakni burung kutilang, warna Cucak Rawa belumlah sebanding keindahannya. Akan tetapi, walaupun sosoknya kurang menarik, Cucakrawa memiliki suara yang cukup tinggi nilai ekonomisnya, harganya terus naik demikian halnya dengan kharismanya sebagai kicauan unggulan tidak diragukan lagi.

Tingginya harga Cucakrawa bakalan, maupun yang sudah jadi menjadi pertimbangan tersendiri bagi para penggemar kicauan, terutama bagi penggemar pemula untuk memilikinya. Sehingga dapat dikatakan bahwa Cucakrawa memiliki kelas tersendiri dan seakan terkesan sebagai burung kelas atas. Terlebih sampai dengan saat ini para penggemarnya hampir sebagian besarnya didominasi oleh kalangan pengusaha maupun para penggemar yang penghasilannya cukup baik. Citra Cucak Rawa yang baik inilah yang membuat burung ini sulit didapati di alam bebas, bahkan di pasaran sekalipun.

Namun bila diamati tidak demikian halnya adanya. Cucak Rawa walaupun memiliki harga yang relatif tinggi ternyata murah untuk dipelihara bila dibandingkan dengan memelihara burung berkicau jenis yang lainnya. Makanan kesehariannya adalah pisang/buah-buahan dan diselingi dengan voor. Makanan tambahannya bisa berupa jangkrik 5 ekor pagi 5 ekor sore, dan kroto (tidak wajib). Porsi EF tersebut tidaklah sebanyak yang kita butuhkan manakala memelihara jenis burung yang lainnya. Bisa dikatakan, memelihara Cucak Rawa sesimple memelihara trucukan atau kutilang hanya karena faktor mahalnya harga bakalan burung ini, maka kita tidak mau bereksperimen. Andaikata mau bereksperimenpun dengan cara yang sangat hati-hati.
Kalau diistilahkan, membeli burung Cucak Rawa seperti membeli motor 4 tak. Harga di awal saja yang tinggi, setelah itu dalam kesehariannya irit bensin, tanpa perlu membeli olie samping sebagai pelengkap EF hariannya seperti halnya bilamana kita membeli motor 2 tak.

Termasuk suatu hal yang kurang tepat pula bila menyebut bahwa Cucak Rawa adalah burung termahal. Sebab tidak sedikit pula burung jenis yang lainnya yang bandrolnya memasuki 7 digit, bahkan bisa 8 digit bilamana berprestasi.
Sedikit kesimpulan yang bisa kita tarik adalah
CUCAK RAWA harga awalnya saja yang tinggi, namun untuk perawatannya bisa dibilang murah meriah.

Hal -Hal Yang perlu Diperhatikan Dalam Beternak Burung Cucak Rowo



Burung Cucak Rowo atau Burung Cucak Rawa adalah salah satu jenis burung berkicau terbaik di Indonesia, burung ini sangat banyak digemari oleh kicaumania dan bernilai ekonomis sangat tinggi. Salah satu yang menjadikan harga nilai jual burung Cucak Rowo tersebut menjadi tinggi adalah jenis suaranya dan lagu-lagu yang di-nyanyikannya. Banyak wacana dan opini keliru yang berkembang mengenai jenis-jenis suara burung Cucak Rowo ini, tetapi tidak satupun dapat dibuktikan secara ilmiah. Terutama untuk suara ropel pada burung Cucak Rowo.

Hal tersebut diatas bisa dibuktikan dengan fakta-fakta yang kita jumpai di keseharian kita sebagai berikut :
- Anakan dari hasil breeding pasangan burung Cucak Rowo yang bersuara Ropel, belum tentu akan bersuara Ropel seperti kedua indukannya.
- Dari indukan yang ”engkel” atau lebih dikenal dengan bersuara tunggal, belum tentu juga akan menghasilkan anakan burung Cucak Rowo yang bersuara engkel. Hal ini sudah sering dan banyak terjadi.
Fakta ini membuktikan bahwa Suara Ropel yang dihasilkan oleh burung Cucak Rowo adalah dampak dari proses pemasteran selama burung tersebut tumbuh besar. Kedua indukan ropel akan mewarisi suara ropel kepada anak-anaknya apabila pada saat anakan tersebut menetas dan tumbuh besar, selalu mendengar suara ropel dari kedua indukannya tersebut. Inilah pentingnya proses pemasteran bagi burung Cucak Rowo. Burung Cucak Rowo memiliki tingkat IQ yang standar, berbeda dengan burung-burung berkicau dari keluarga Turdidae yang memang dikenal lebih cerdas. Tetapi dengan metode dan tahapan-tahapan pemasteran yang tepat, proses pemasteran burung Cucak Rowo sangat mudah dilakukan. Perlu diingat, proses memaster sama dengan proses DOKTRIN. Sering di dengarkan, maka akan direkam dan ditirukan. 
Mungkin akan timbul pertanyaan, bagaimana, kapan dan pada usia berapa burung Cucak Rowo harus kita master? Hampir semua burung berkicau dapat di master dengan suara yang kita inginkan, tetapi apabila proses memaster dari usia dini dan usia muda, maka akan memperoleh hasil yang lebih optimal. Karena memori burung pada usia dini masih kosong, sehingga sangatlah mudah untuk men-doktrinnya. Akan tetapi kita juga dapat memaster dan merubah suara dari burung yang telah berumur dewasa, tetapi dengan metode dan tahapan-tahapan yang benar. Masalah waktu bukanlah suatu kendala untuk suatu keberhasilan. Akhirnya, inilah fakta yang membuat semua wacana dan opini keliru yang berkembang tentang asal usul suara ropel dapat ditepis dengan sangat mudah. Bagaimana? Apakah anda tertarik untuk membuktikannya?
Sesuai dengan prinsipnya : Pemasteran = Proses Doktrin

YANG HARUS SELALU DIPERHATIKAN PADA SAAT MEMASTER BURUNG

Di dalam proses pengisian suara master atau memaster burung berkicau, tidak selamanya harus menunggu burung-burung anda dalam kondisi rontok bulu/ngurak atau moulting, tetapi juga dapat dilakukan pada burung-burung dalam kondisi normal bahkan dalam kondisi Top Form sekalipun.
Yang terpenting dalam proses memaster burung, harus diperhatikan yaitu: 
1. Dilakukan pada saat burung istirahat (siang hari setelah mandi-jemur dan pada malam hari).
2. Kandang burung atau sangkar burung sebaiknya dikerodong (harus), sehingga burung-burung yang akan di master menjadi tenang dan memposisikannya atau membuatnya dalam keadaan istirahat. Sehingga burung lebih berkonsentrasi dalam mendengarkan materi suara-suara Master yang diperdengarkan.
3. Volume materi suara master yang diperdengarkan sebaiknya jangan terlalu besar, kecil saja tetapi jelas terdengar dan hanya boleh memaster satu persatu materi suara master atau materi suara isian. Jangan memperdengarkan lebih dari satu suara isian pada waktu yang bersamaan, karena akan membuat burung tersebut menjadi bingung dalam merekam suara master. Sebaiknya setelah isian yang satu berhasil direkam atau ditiru oleh burung berkicau anda, barulah kemudian dimaster dengan isian yang lainnya.
4. Materi suara master akan bisa direkam dan ditirukan oleh burung anda dalam waktu kurang lebih 2 minggu, bahkan bisa lebih cepat lagi tergantung pada kecerdasan masing-masing burung. 
Waktu terbaik memperdengarkan materi Suara Master adalah:
- Siang hari setelah mandi jemur (Posisi burung istirahat)
- Malam hari (Jam 22.00 – 05.00)
Untuk menjadikan burung Cucak Rowo milik anda memiliki suara ropelan yang baik, bisa memakan waktu hampir 3 bulan, perhatikan tahapan-tahapan yang telah ada pada panduan diatas.