Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Utara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sulawesi Utara. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2012

Danau Linow



Danau Linow yang memiliki luas sekitar 34 Ha.Danau Linow Berada di Kelurahan Lahendong kota Tomohon ,Di samping panorama sekitar danau yang elok, danau ini memiliki ciri khas tersendiri. Danau ini berkadar belerang tinggi, sehingga warna air danau yang muncul selalu berubah-ubah. Ia selalu tampil cantik akibat munculnya warna-warni tadi. Pengunjung akan takjub dengan warna yang berubah tatkala meliriknya dari beragam sudut. Kendati demikian, mesti diingat bahwa pengunjung harus hati-hati dengan kubangan lumpur panas mendidih yang berada di tepi danau.

Danau yang ‘menyimpan’ warna-warna indah dan selalu berubah-ubah ini berada di wilayah Minahasa, Sulawesi Utara atau lebih tepatnya masuk teritori Kabupaten Tomohon. Danau ini bisa dicapai dengan angkutan umum/mikrolet dari terminal bus di kota terdekat, yakni Kota Tomohon. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan berjalan sekitar 700 meter untuk ke Danau Linow. Peminat wisata alam berupa danau Linow, dapat melihat pesona desa Lahendong yang berada di dekat danau

Di sekitar danau ini terdapat satwa endemik berupa burung blibis dan serangga yang oleh penduduk setempat dinamakan "sayok" atau "komo". Serangga unik yang hidup di air tapi bersayap dan bisa terbang ini menjadi konsumsi penduduk setempat. Kadang-kadang terdengar kicauan burung-burung kecil dan burung putih besar yang melintasi danau.

Agrowisata Rurukan



Agrowisata Rurukan Terdapat di sebelah timur Kota Tomohon, ke arah gunung Mahawu terdapat lokasi agrowisata, dengan hamparan kebun pertanian yang dikelola oleh penduduk setempat secara tradisional.

Dengan peralatan sederhana lokasi pertanian ini terletak diantara lereng-lereng bukit yang dibuat bedengan-bedengan secara terasering, pada saat tanaman holtikultura ini mulai tumbuh, akan melahirkan pemandangan indah yang menyejukkan. Tempat ini juga berudara sejuk dan nyaman.

Gunung Mahawu



Gunung Mahawu adalah gunung berapi stratovolcano yang terletak di timur gunung berapi Gunung Lokon-Gunung Empung di Sulawesi Utara, Indonesia. Gunung Mahawu memiliki lebar 180 m dan kedalaman kawah 140 m dengan dua kerucut Piroklastik di lereng utara ,Gunung manawu Berada berlawanan arah dengan gunung Lokon ,memiliki lereng yang cukup landai dengan ketinggian 1.311 meter.

Memiliki pemandangan yang menakjubkan, dengan danau kawah berwarna hijau dengan kuning belerang. Letusan kecil terjadi dit tahun 1789. Tahun 1994 terjadi letupan lumpur fumarol dan aktivitas geyser yang terjadi sepanjang danau kawah yang berwarna kehijau-hijauan.

Gunung Lokon



Gunung Lokon Terletak di sebelah barat Kota Tomohon,Gunung Yang bersebelahan dengan gunung mahawu ,Gunung Lokon mempunyai ketinggian 1.580 meter. Gunung berapi aktif yang luar biasa. Menyajikan panorama pegunungan dengan kawah yang begitu indah.

Waktu yang tepat untuk memulai perjalanan dari Kakaskasen, Tomohon adalah sekitar jam 7 pagi, dan dapat tiba di kawah pada saat udara pagi masih sejuk.

Ikuti aliran lava dingin yang memanjang berkelok ke danau kawah yang berada 600 meter di bawah puncak, dengan kedalaman danau 60 meter. Kadang-kadang gunung ini menyemburkan debu kawah yang sampai ke pemukiman sekitar.

Pada saat terakhir meletus pada 2001 (tulisan ini 2005), sebagian wilayah Kota Manado yang berjarak sekitar 25 Km dari gunung itu, ditutupi hujan debu yang mengguyur disebabkan karena tiupan angin. Material debu yang dikeluarkan dari kawah gunung api ini berbentuk lava pijar dan ketinggiannya diperkirakan mencapai 400 meter.

Gunung Lokon pada Oktober 1991 pernah meletus yang menimbulkan kerugian material mencapai Rp 1 miliar. Ribuan jiwa penduduk di Desa Kakaskasen I, Kakaskasen II, Kinilow dan Tinoor, ketika itu setempat diungsikan besar-besar ke sejumlah daerah yang dinilai tidak rawan karena atap ribuan rumah penduduk hancur dihantam batu dan debu setebal 15 sampai 20 cm. Dalam musibah tersebut, seorang wisatawan asal Swiss, Vivian Clavel yang berkunjung saat terjadi letusan hebat itu tidak dapat ditemukan. Ia dipastikan tewas tertimbun longsoran lahar dingin.

Museum Negeri



Museum Negeri Propinsi Sulawesi Utara berada di Jalan W.R. Supratman No. 72
Manado 95123.Museum Negeri bertujuan untuk mendokumentasikan segala hal yang berkaitan dengan Propinsi Sulawesi Utara, serta merepresentasikan kebudayaan, sejarah, dan seni masyarakat Sulawesi Utara. Museum yang bangunannya berupa rumah adat Minahasa ini menampilkan representasi kebudayaan dan sejarah masyarakat lokal sulawesi utara, sejarah pra dan pascakolonial, percampuran budaya dengan masyarakat Cina dan Belanda yang menetap di Sulawesi Utara.

Koleksi
Koleksi Museum Negeri Propinsi Sulawesi Utara dibagi dalam 10 klasifikasi, yaitu: koleksi geologika, Biologika, Etnografika, Arkeologika, Historika, Numismatika/Heraldika, Filologika, Keramologika, Seni Rupa, dan Teknologika.

Waktu Kunjung Museum
Senin-Kamis : 08.30-15.30
Jumat : 08.00-11.30
Sabtu : 09.00-14.00
Minggu dan hari libur tutup

Tiket Masuk Museum
Dewasa : Rp. 1000,00
Anak-anak : Rp. 250,00

MUSEUM NEGERI PROPINSI SULAWESI UTARA
Jalan W.R. Supratman No. 72
Manado 95123
Telp: 0431-862685 Faks: 0431-870308

Taman Laut Bunaken



Taman Laut Bunaken Berada di Kel.Bunaken Kecamatan Bunaken sekitar 7 mil dari Pelabuhan Manado yang dapat ditempuh selama 35 menit dari pusat kota dengan menggunakan kapal motor. Pada awalnya Bunaken adalah pulau karang (atol). Luas wilayahnya sekitar 887,5 hektare dengan kondisi morfologi sedikit bergelombang. Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu Taman Laut terindah di dunia.

Sebagian besar wilayah pantainya terdiri dari hutan bakau dan pasir putih. Lautnya terdapat terumbu karang keras dan lembut, dinding karang yang terjal, dengan beraneka bentuk dan warna biota laut diantaranya terdapat ikan hiu, kura-kura, Mandarin Fish, kuda laut, ikan pari, dan yang terkenal adalah ikan purba Raja Laut (Coleacant) dan masih banyak lagi yang membentuk taman laut nan indah. Keindahan taman lautnya dapat dilihat pada lokasi-lokasi yang disebut dengan Lekuan 1, 2, dan 3, Fukui, Mandolin, Tanjung Paragi, Ron's Point, Sachiko Point, Pangalisang, Muka Kampung, dan Bunaken Timur.


Merupakan tempat wisata Laut dan wisata bahari dengan obyek kunjungan wisata, yaitu laut dan pantai. Kegiatan wisata yang dapat dilakukan, berupa menikmati taman laut dengan cara sigtseeing (berkeliling) naik perahu berkaca (katamaran), snorkeling (berenang memakai alat pernapasan), diving (menyelam), dan photografi underwater (foto bawah laut); serta berjemur badan dan tamasya pantai.
Fasilitas yang disediakan di taman laut Bunaken, yaitu perahu berkaca, diving center, cottage (penginapan) rumah makan, pendopo, dan kios cenderamata. 

Kuil Ban Hin Kiong



adalah Kuil yang sudah berumur sekitar 300 tahun tersebut, dinamakan Kuil Ban Hin Kiong. Manado memang merupakan daerah yang variatif akan masyarakatnya, termasuk etinis Cina.

Selain berada di kawasan pusat Kota Manado, Jl. D.I Panjaitan, Manado, Sulawesi Utara, kuil ini memiliki desain arsitektrur khas Cina klasik. Sesuai namanya, masyarakat setempat mengartikan bersembahyang di lokasi tersebut, mendapatkan ribuan berkah dan keselamatan yang tercipta dalam keteraturan kehidupan anda.

Keunikan lainnya yang dapat anda temukan adalah kuil ini selalu diwujudkan dengan ornamen-ornamen sebagai pesan untuk para pengunjungnya, layaknya Candi Borobudur yang sering anda jumpai sebelumnya. Kuil ini juga diistilahkan sebagai 'Istana Tuhan' dan 'Istana Langit' di muka Bumi.

Untuk melanjutkan perjalanan ke Kuil Ban Hin Kiong, anda dapat menggunakan kendaraan umum, mikrolet ataupun taksi dan kendaraan sewa lainnya. Sebagai tambahan referensi perjalanan anda, lokasi kuil tersebut tidak menarik biaya sepersen pun, alias gratis. Sedangkan akomodasi dan fasilitas lainnya masih dalam tahap konfirmasi.

Pulau Lihaga



Pulau Lihaga terletak di Kecamatan Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Propinsi Sulawesi Utara,Pantainya berpasir putih dengan taman lautnya yang indah dan alami akan menggoda anda untuk berenang, snorkeling atau diving.Pulau dihaga bisa di tempuh dari manado menuju Likupang sekitar 60 menit,sedangkan Dari Likupang atau tepatnya dari pelabuhan Serei, perjalanan ke pulau hanya ditempuh sekitar 15 menit dengan menggunakan kapal nelayan setempat.

Waruga



Waruga adalah kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian. Bagian atas berbentuk segitiga seperti bubungan rumah dan bagian bawah berbentuk kotak yang bagian tengahnya ada ruang.

Mula-mula Suku Minahasa jika mengubur orang meninggal sebelum ditanam terlebih dulu dibungkus dengan daun woka (sejenis janur). Lambat laun, terjadi perubahan dalam kebiasaan menggunakan daun woka. Kebiasaan dibungkus daun ini berubah dengan mengganti wadah rongga pohon kayu atau nibung kemudian orang meninggal dimasukkan ke dalam rongga pohon lalu ditanam dalam tanah.

Baru sekitar abad IX Suku Minahasa mulai menggunakan waruga. Orang yang telah meninggal diletakkan pada posisi menghadap ke utara dan didudukkan dengan tumit kaki menempel pada pantat dan kepala mencium lutut. Tujuan dihadapkan ke bagian Utara yang menandakan bahwa nenek moyang Suku Minahasa berasal dari bagian Utara. Sekitar tahun 1860 mulai ada larangan dari Pemerintah Belanda menguburkan orang meninggal dalam waruga.

Kemudian di tahun 1870, Suku Minahasa mulai membuat peti mati sebagai pengganti waruga, karena waktu itu mulai berjangkit berbagai penyakit, di antaranya penyakit tipus dan kolera. Dikhawatirkan, si meninggal menularkan bibit penyakit tipus dan kolera melalui celah yang terdapat di antara badan waruga dan cungkup waruga. Bersamaan dengan itu pula, agama Kristen mengharuskan mayat dikubur di dalam tanah mulai menyebar di Minahasa. Waruga yang memiliki ukiran dan relief umumnya terdapat di Tonsea. Ukiran dan relief tersebut menggambarkan berapa jasad yang tersimpan di waruga yang bersangkutan sekaligus menggambarkan mata pencarian atau pekerjaan orang tersebut semasa hidup.

Di Minahasa bagian utara, pada awalnya waruga-waruga yang ada tersebar yang akhirnya dikumpulkan pada satu tempat. Saat ini waruga yang tersebar tersebut dikumpulkan di Desa Sawangan, Kabupaten Minahasa Utara, yaitu sebuah desa yang terletak di antara Tondano (ibukota Kabupaten Minahasa) dengan Airmadidi (ibukota Kabupaten Minahasa Utara). Kini lokasi waruga-waruga di Desa Sawangan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Sulawesi Utara.
.

Gunung Klabat



Gunung Klabat merupakan gunung tertinggi di Provinsi Sulawesi Utara. Puncak ketinggiaannya mencapai sekitar 2100 meter. Gunung ini oleh masyarakat Tonsea (Minahasa Utara) disebut juga Gunung Tamporok. Gunung ini merupakan obyek wisata alam dan dapat ditelusuri mulai dari Airmadidi (Ibu Kota Kabupaten Minahasa Utara).

Gunung ini merupakan gunung api yang tidak aktif lagi. Puncak Gunung Klabat ini mempunyai kepundan berbentuk danau kecil dengan air yang sangat jernih. Nama Klabat diabadikan menjadi nama desa Klabat, Stadion Klabat di Kota Manado, dan Universitas Klabat di Kota Airmadidi.

Taman Laut Pulau Gangga




Taman Laut PULAU GANGGA.Gangga adalah Satu diantara pulau-pulau di Sulawesi Utara,yang mempunyai jarak sekitar ± 6.1 KM dari Kota Kepulauan Minahasa Utara Sulawesi Utara. dengan pantai pasir putih yang indah.Menyimpan beribu pesona taman laut dengan kerang-kerang yang berwarna-warni dengan ratusan jenis ikan hias yang beraneka ragam.Kegiatan wisata yang dapat dilakukan diantaranya memancing,menyelam,snoekling,berengan,rekreasi pantai dan penelitian biota laut.Terdapat juga resort yang representative di pulau Gangga.

Danau Bulilin



Objek Wisata Danau Bulilin yang terletak di Desa Tombatu Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.dikenal dengan keindahan, ketenangan, dan kenyamanannya.Di Danau bulilin, kita bisa menginap di Resor Bentenan yang menyajikan pemandangan Pantai Bentenan, Hais, dan Tumbak yang indah sambil mencicipi berbagai makanan khas air tawar. Hutan bakau seluas 1000 Ha juga menjadi daya tarik desa ini.Dulu danau bulilin adalah tempat mandi anak-anak Tombatu. Tetapi sekarang sudah menjadi tempat memelihara ikan yang disebut "Karamba". Danau Bulilin sekarang terancam karena pertumbuhan katu (salah satu tumbuhan yang daunnya bisa dijadikan atap) yang kian tak terkendali dan beberapa pengelola karamba yang tidak dapat menjaga kebersihan danau sendiri.

Pantai Lakban



Objek wisata Pantai Lakban yang berada di kecamatan Ratatotok, Minahaa Tenggara,Sulawesi Utara,Pantai Lakban merupkan salah satu potensi wisata yang menjanjikan dan menakjubkan dikawasan Minahasa tenggara. Sebab tempat ini, selain tempat rekreasi masyarakat setempat di wilayah Ratatotok dan sekitarnya, juga dikunjungi oleh masyarakat Minahasa Tenggara. Bila kita ingin menikmati indahnya pantai Lakban, Anda dapat menggunakan kendaraan roda empat. Kalau Anda berada di Kota Manado , harus menempuh jarak 3 jam lamanya dalam perjalanan sampai tiba di lokasi pantai Lakban. Begitu juga bila Anda berada di ibu kota kabupaten Minahasa tenggara yakni Ratahan, Anda dapat menempuh jarak dengan waktu 1 jam 30 menit Anda sudah tiba di lokasi pantai Lakban. Apalagi tempat ini mulai dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang yang menarik, seperti arena permainan anak, lapangan folly ball dan lapangan sepak bola pantai. Begitu juga dengan pondok tempat berteduh para pengunjung, selain itu, ada tempat parkir yang luas dan WC umum.sangat cocok buat wisata keluarga.

Pantai Bentenan



Objek Wisata Pantai Bentenan merupakan kelanjutan dari Pantai Makalisung Tondano ke arah Selatan.Pantai Bentenan Terletak sekitar 100 km dari Manado,objek wisata pemandian Pantai Bentenan yang memiliki hamparan garis pantai yang luas dan panjang dengan latar belakang alam laut,merupakan objek wisata yang indah. Dalam kawasan perairan Bentenan terdapat taman laut yang kaya akan spesies ikan dan biota laut lainnya yang menarik minat penyelam dari mancanegara. Panorama yang disajikan oleh pantai ini mirip dengan pantai sebelahnya dan kondisi jalan pun dapat dikatakan sama buruknya. Padahal di lokasi ini sudah dibangun Bentenan Beach Resort yang sudah cukup dikenal sampai mancanegara. Pantai Bentenan yang berada di Desa Bentenan menurut penuturan para tua-tua adat dan kampung, merupakan tempat persembunyian warga dari incaran musuh. Tak heran bila kemudian desa yang sudah ada sejak abad 16 dan tertua di Mitra ini, akrab disebut sebagai Benteng Pertahanan atau disingkat menjadi Bentenan.

Teluk Buyat



Teluk Buyat merupakan teluk kecil yang terletak di pantai selatan Semenanjung Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Secara administratif, teluk ini berada di Kabupaten Minahasa Tenggara. Sejak tahun 1996, Newmont Mining Corporation di bawah cabangnya PT. Newmont Minahasa Raya memanfaatkan teluk ini sebagai penimbunan tailing (limbah pertambangan) untuk aktivitas pertambangan emasnya. Pada tahun 2004, penduduk setempat di wilayah tersebut memprotes beberapa masalah kesehatan tak lazim yang lebih lanjut mencurigai Newmont melanggar peraturan kadar limbah pertambangan sehingga mencemari wilayah itu dengan bahan berbahaya. Walhi, aktivis lingkungan Indonesia, mengklaim Newmont menimbun 2.000 ton tailing ke teluk itu setiap hari. Pada tahun 2004, akhirnya aktivitas pertambangan ditutup sementara pemantauan lingkungan pasca-penambangan terus berlangsung hingga tahun 2008. Teluk Buyat berada di sisi tenggara lengan semenanjung Sulawesi bagian utara, menghadap Laut Maluku. Di sekitar teluk ini tinggal sejumlah nelayan. Sejak tahun 1996, Teluk Buyat digunakan sebagai daerah penimbunan untuk Mesel Gold Mine, dijalankan oleh PT Newmont Minahasa Raya, perusahaan cabang Newmont Mining Corporation yang memiliki saham 80%. Tailing dari tambang emas itu merupakan cadas halus dan emas ditemukan di situ. Jalur pipa dibangun untuk menyalurkan tailing dari daerah pertambangan ke teluk yang memanjang sekitar 900 m ke laut dan menimbun bahan intu pada kedalaman 82 m.Pada bulan Juli 2004, beberapa lembaga swadaya masyarakat memulai kampanye mendakwa PT Newmont Minahasa Raya mencemari Teluk Buyat dengan sengaja, yang menimbulkan efek samping pada kesehatan warga setempat.

Objek Wisata Pantai Moinit



Objek Wisata Pantai Moinit Terletak di sebelah selatan Kabupaten Minahasa Selatan,Objek Wisata Pantai Moinit berada di antara desa Teep dan desa Tawaang di Kecamatan Amurang kabupaten minahasa selatan ,Pantai Moinit berjarak sekitar 15 km dari kecamatan Amurang, Pantai Moinit banyak menyimpan keaneka-ragaman Flora dan Fauna,wisata pantai moinit sangat eksotis,pantai yang di pinggirnya banyak bangunan-bangunan untuk beristirahat,objek wisata pantai moinit sangat cocok dikunjungi di akhir pekan bersama keluarga..

Batu Dinding



Batu Dinding adalah sebuat bukit batu berbentuk dinding, berdiri lurus sekitar 200 meter batu yang berketinggian ±70 m dan berada di dekat sungai Ranoyapo. Keterjalan Batu Dinding menjadikan lokasi ini menjadi tempat favorit pendakian pencinta alam.
Batu Dinding yang terletak di desa Kilotiga (K3), Amurang, Minahasa Selatan, hanya berjarak 60 km dari Manado, dan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan.
Warga Minahasa menilai Batu Dinding bisa disandingkan dengan berbagai lokasi wisata alam dunia, karena memiliki keajaiban dan fenomena alam yang tidak pernah dilihat ditempat lain.
Dari bagian atas bukit yang keras dan terjal itu, wisatawan bisa menyaksikan ribuan hektar perkebunan yang hijau dan pemandangan indah.
Di penjuru utara dan timur membentang luas perairan laut Amurang yang elok.

Objek Wisata Pantai Moinit



Objek Wisata Pantai Moinit Terletak di sebelah selatan Kabupaten Minahasa Selatan,Objek Wisata Pantai Moinit berada di antara desa Teep dan desa Tawaang di Kecamatan Amurang kabupaten minahasa selatan ,Pantai Moinit berjarak sekitar 15 km dari kecamatan Amurang, Pantai Moinit banyak menyimpan keaneka-ragaman Flora dan Fauna,wisata pantai moinit sangat eksotis,pantai yang di pinggirnya banyak bangunan-bangunan untuk beristirahat,objek wisata pantai moinit sangat cocok dikunjungi di akhir pekan bersama keluarga..

Batu Dinding



Batu Dinding adalah sebuat bukit batu berbentuk dinding, berdiri lurus sekitar 200 meter batu yang berketinggian ±70 m dan berada di dekat sungai Ranoyapo. Keterjalan Batu Dinding menjadikan lokasi ini menjadi tempat favorit pendakian pencinta alam.
Batu Dinding yang terletak di desa Kilotiga (K3), Amurang, Minahasa Selatan, hanya berjarak 60 km dari Manado, dan sangat mudah dijangkau dengan kendaraan.
Warga Minahasa menilai Batu Dinding bisa disandingkan dengan berbagai lokasi wisata alam dunia, karena memiliki keajaiban dan fenomena alam yang tidak pernah dilihat ditempat lain.
Dari bagian atas bukit yang keras dan terjal itu, wisatawan bisa menyaksikan ribuan hektar perkebunan yang hijau dan pemandangan indah.
Di penjuru utara dan timur membentang luas perairan laut Amurang yang elok.

Pemandian Air Panas Ranopaso



Pemandian Air Panas Ranopaso,Ranopaso adalah bahasa masyarakat setempat yang berarti air panas, merupakan salah satu tempat pemandian air panas yang ada di kabupaten Minahasa. Pemandian air panas dengan nuansa tradisional ini terletak di Desa Koya Kecamatan Tondano Barat ini sangat mudah di kunjungi karena hanya 3 km dari Kota Tondano. Selain tersedia pemandian air panas di lokasi ini pengunjung dapat juga menikamati kolam air panas untuk berendam.
Pemandian air panas alam di kabupaten Minahasa lainnya banyak di jumpai seperti di Tataaran- Tondano, Karumenga, Kinali, Wale Papetaupan-Sonder, dan lainlain.
Pemandian air panas di tataaran juga menyediakn pemandangan yang indah akan pegunungan dan persawahan yang ada di depannya. Ditempat ini juga sangat ideal untuk tinggal menginap, karena disekitar pemandian telah tersedia penginapan. Selain itu tersedia juga kolam pemandian yang alami. Pemandian ini dapat dijangkau dengan mudah karena sangat dekat dengan kota Tondano hanya 3 km atau 15 menit dengan kendaraan umum.
Pemandian air panas mineral dikarumenga adalah tempat yang baik untuk beristirahat sambil berendam. Terdapat di kecamatan Langowan tepatnya Desa karumenga yang jaraknya 50 km dari Kota Manado.
Selain pemandian panas tersebut di kabupaten minahasa juga terdapat pemandian air panas yang telah dikembangkan seperti Kinali di kecamatan kawangkoan, wale papateupan di Kecamatan sonder dan paso di kecamatan remboken.