Tampilkan postingan dengan label Provinsi Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Provinsi Bali. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Mei 2011

Taman kupu-kupu

Taman kupu-kupu yang terletak di Desa Wanasari Kabupaten Daerah Tingkat II Tabanan, kurang lebih 5 km ke Utara kota Tabanan Tepatnya 6 Km.ke arah utara dari pusat kota, Taman di buka setiap hari dari Jam 8.00 S/ d Jam 17.00 WITA dan tiket terakhir jam 16.00 WITA.Taman kupu-kupu Telah berdiri sejak tahun 1996 dan dikelola oleh PT.Kupu-kupu Taman Lestari.Taman kupu-kupu mempunyailuas lokasi 1 Ha. dengan netting area ( Ruangan yang tertutup Jaring) 3700 M3. Untuk melepaskan kupu-2 yang minimum 3500 ekor per bulan, dan terdiri dari berjenis-jenis kupu-2 dari seluruh Indonesia. Setiap hari dilepas ratusan ekor kupu-kupu yang beraneka warna, salah satu diantaranya yang paling terkenal di dunia ialah: kupu-kupu Sayap Burung Sorga (Omithoptera Paradisea)Priamus dan berbagai jenis dari seluruh nusantara.

Objek Wisata Bedugul

Objek Wisata Bedugul berada di kabupaten Tabanan dan berjarak kurang lebih 70 km atau sekitar 2,5 jam dari Bandara Ngurah Rai.Bedugul menawarkan suasana perbukitan yang menyejukkan dan keindahan danau Tamablingan.Bedugul berada di ketinggian 1.250 meter di atas permukaan laut, Bedugul berhawa sejuk. Tak heran, kawasan ini sejak lama dikenal sebagai tempat peristirahatan. Pada zaman penjajahan, banyak orang Belanda yang membangun pesanggrahan di sana dengan view menghadap danau. Kini, masyarakat lokal pun membangun tempat-tempat peristirahatan di sana. Ada yang dipakai sendiri, ada pula yang disewakan.

Obyek wisata tanah lot


Obyek wisata tanah lot berada di Desa Beraban Kecamatan Kediri Kabupaten Tabanan, tanah lot berjarak sekitar 13 km barat Tabanan.Di sini ada dua pura yang terletak di atas batu besar. Satu terletak di atas bongkahan batu dan satunya terletak di atas tebing mirip dengan Pura Uluwatu. Pura Tanah Lot ini merupakan bagian dari pura Dang Kahyangan. Pura Tanah Lot merupakan pura laut tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.



Menurut legenda, pura ini dibangun oleh seorang brahmana yang mengembara dari Jawa. Ia adalah Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan kepercayaan penduduk Bali akan ajaran Hindu dan membangun Sad Kahyangan tersebut pada abad ke-16. Pada saat itu penguasa Tanah Lot, Bendesa Beraben, iri terhadap beliau karena para pengikutnya mulai meninggalkannya dan mengikuti Danghyang Nirartha. Bendesa Beraben menyuruh Danghyang Nirartha untuk meninggalkan Tanah Lot. Ia menyanggupi dan sebelum meninggalkan Tanah Lot beliau dengan kekuatannya memindahkan Bongkahan Batu ke tengah pantai (bukan ke tengah laut) dan membangun pura disana. Ia juga mengubah selendangnya menjadi ular penjaga pura. Ular ini masih ada sampai sekarang dan secara ilmiah ular ini termasuk jenis ular laut yang mempunyai ciri-ciri berekor pipih seperti ikan, warna hitam berbelang kuning dan mempunyai racun 3 kali lebih kuat dari ular cobra. Akhir dari legenda menyebutkan bahwa Bendesa Beraben 'akhirnya' menjadi pengikut Danghyang Nirartha.

Tanah Lot terkenal sebagai tempat yang indah untuk melihat matahari terbenam (sunset), turis-turis biasanya ramai pada sore hari untuk melihat keindahan sunset di sini.

Air terjun Blahmantung

Air terjun Blahmantung adalah air terjun yang berada di desa Pujungan, kecamatan Pupuan, Tabanan. Dari arah Kuta atau Denpasar menuju Air terjun Blahmantung kita akan melewati Tabanan dan kemudian di Antosari. Jarak Air terjun Blahmantung kurang lebih dapat ditempuh dalam 1,5 jam perjalanan dari Denpasar. Air terjun Blahmantung menawarkan pemandangan alam yang asri serta airnya yang jernih yang berada di sekitar Pupuan.Di dekat dengan air terjun ada warung yang menjual aneka minuman dan tidak ada tiket masuk yang dikenakan untuk masuk ke Air terjun Blahmantung.

Pura Goa Lawah

Pura Goa Lawah terletak sekitar 49km dari Kota Denpasar tepatnya di Kecamatan Dawan,Klungkung atau sekitar 10km sebelah timur Kota Semarapura.Tidak diketahui pasti siapa pendiri dan kapan didirikannya Pura Goa Lawah ini tetapi pura ini diperkirakan didirikan oleh Mpu Kuturan pada abad ke-11.Pura yang dihuni oleh ribuan kelelawar ini termasuk sebagai Kahyangan Jagat atau Sad Kahyangan.

Pemandangan ditempat ini terasa unik, sebuah goa kelihatan dibawah pohon yang rindang, sementara dimulut goa terdapat beberapa pelinggih. Pura Goa Lawah menempati wilayah pantai yang bertemu dengan wilayah perbukitan. Dipelataran pura berdiri kukuh beberapa meru dan stana lainnya.

Di bagian Pura, tepatnya di mulut goa terdapat pelinggih Sanggar Agung sebagai pemujaan Sang Hyang Tunggal (Tuhan Yang Maha Esa), Meru Tumpang Tiga, Gedong Limasari dan Gedong Limascatu.

Museum Semarajaya

Museum Semarajaya berada dalam Komplek Kertha Gosa/Taman Gili, tepatnya tepatnya berada di bekas gedung SMP I Klungkung yaitu terletak di Jl. Untung Surapati.Museum Semarajaya Dapat dicapai dari jurusan Denpasar-Candi Dasa, Amlapura dan Besakih.
Museum Semarajaya dibangun pada Gedung Bekas Sekolah MULO (Sekolah Menengah Jaman Belanda) dan bekas SMP I Klungkung terletak dalam komplek Kertha Gosa/Taman Gili, Pemedal Agung (pintu bekas kerajaan Klungkung). Di dalam Museum dipamerkan barang-barang dari jaman prasejarah sampai benda-benda yang dipergunakan selama perang puputan Klungkung. Museum Semarajaya diresmikan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 April 1992. Dalam Museum ini dapat dilihat barang-barang yang dipergunakan sebagai perlengkapan upacara adat oleh raja-raja Klungkung serta foto-foto dokumentasi keturunan raja-raja di Klungkung.
Museum Semarajaya sejak dibuka dan diresmikan pada tanggal 28 April 1992 telah banyak mendapat kunjungan wisatawan. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Museum Semarajaya dikenakan retribusi obyek.

monumen Puputan Klungkung

monumen Puputan Klungkung ini menjulang tinggi setinggi 28 meter dari alas/dasar bangunan di tengah-tengah kota Semarapura,sehingga mudah dicapai dengan baik dari arah Denpasar, Besakih, Candi Dasa, karena berdiri di pinggiran jalur lalu lintas yang ramai. Letak monumen Puputan Klungkung sangat strategis karena berdekatan dengan Kertha Gosa/Taman Gili, Pusat Pertokoan, Pasar Tradisional dan Kantor Pemerintah. . berbentuk Lingga-Yoni yang dibangun pada areal seluas 123 meter persegi, diberi nama Monumen Puputan Klungkung yang peresmiannya dilakukan oleh Bapak Menteri Dalam Negeri pada tanggal 28 April 1992. Puputan adalah istilah rakyat Bali untuk perang habis-habisan demi mempertahankan kehormatan. Semangatnya, lebih baik mati di medan tempur dari pada hidup dengan harga diri terinjak-injak. Dalam sejarah penaklukan Bali oleh Belanda, puputan Klungkung adalah babak akhir dari perlawanan rakyat Bali. Menurut catatan I Made Sujaya, memerhati sejarah Klungkung, pada babak-babak sebelumnya, perlawanan rakyat Bali dilakukan dengan beberapa pilihan langkah. Ada yang memilih jalan kompromi dan bekerja sama, ada yang memilih jalan mengangkat senjata, ada juga yang memadukan keduanya. Klungkung menggunakan berbagai pilihan jalan itu saat berhadapan dengan kolonialisme Belanda. Diawali dengan jalan kerja sama, lalu mengangkat senjata (Perang Kusamba), disusul kompromi dan diplomasi (jalinan kontrak politik dengan Belanda) serta diakhiri dengan jalan mengangkat senjata yang berujung pada puputan.

Taman Soekasada Ujung


Taman Soekasada Ujung merupakan situs sebuah kerajaan,Taman Soekasada terletak dekat pantai di Desa Tumubu, Kecamatan Karangasem yang dikembangkan sebagai salah satu kawasan pariwisata Kabupaten Karangasem. Jaraknya ±5 km dari Kota Amlapura – ibu kota kabupaten – ke arah selatan, ±15 km dari kawasan pariwisata Candidasa, dan kira-kira 60 km jaraknya dari Kota Denpasar.

Taman Soekasada Ujung dibangun pada tahun 1919 pada masa pemerintahan Raja I Gusti Bagus Jelantik ( 1909 – 1945 ) yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem dan diresmikan penggunaannya pada tahun 1921. Taman ini dipergunakan sebagai tempat peristirahatan raja selain Taman Tirtagangga, dan juga diperuntukkan sebagai tempat menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau kepala pemerintahan asing yang berkunjung ke kerajaan Karangasem.

Dalam areal Taman Soekasada Ujungterdapat beberapa bangunan jugakolam besar dan luas. Ada3 ( tiga ) buah pintu masuk atau gerbang menuju areal taman. Gerbang utamaberada pada ketinggian di sisi barat sebagai entrance yang disebut “BaleKapal” karena dulunya bangunan ini dibuat menyerupai sebuah kapal.Selanjutnya dari entrance baleini pengunjung menuju areal taman dengan menuruni ratusan buah anak tangga.Dari tempat inilah keseluruhan areal taman dapat dinikmati.
sumber:karangasemkab.go.id

Objek Sibetan


Objek Sibetan adalah nama sebuah desa di Kecamatan Bebandem yang memiliki potensi alam pertanian khas di Kabupaten Karangasem yang terkenal dengan tanaman salak. Hampir seluruh penduduk di desa ini menjadi petani salak yang tersebar merata di sisi kanan dan kiri sepanjang jalan desa dan jalan raya utama.

Buah salak yang dihasilkan oleh desa ini sangat terkenal sebagai salak Bali yang memiliki citarasa tersendiri dan berbeda dari buah sejenis dari daerah lain di Indonesia. Oleh karena itulah maka desa ini dikembangkan sebagai obyek agrowisata tanaman salak.

Untuk menuju lokasi agrowisata ini aksesnya sangat terbuka karena jalurnya dilintasi oleh kendaraan umum angkutan kota. Jaraknya sekitar 8 km ke arah barat dari Kota Amlapura – ibukota kabupaten – dan ±20 km dari obyek wisata Candidasa. Hawa yang sejuk memberikan nilai tambah bagi keberadaan obyek ini dimana pengelolaannya dilakukan oleh warga setempat yang tergabung dalam kelompok sadar wisata Dukuh Lestari.

Terdapat ±15 jenis varietas salak yang tumbuh di Desa Sibetan, beberapa di antaranya merupakan produk unggul, seperti salak nenas dan salak gula pasir yang rasanya sangat manis, segar serta daging buah yang tebal. dan dengan. Masa panen raya yang jatuh pada Bulan Desember– Pebruari membuat produksi salak melimpah sehingga masyarakat setempat mengembangkan produk olahan buah salak menjadi beraneka ragam jenis, seperti wine, dodol, kripik, syrup, dan manisan.
Sumber:karangasemkab.go.id

Objek Wisata Putung


Objek Wisata Putung terletak di Desa Duda Timur,Kecamatan Selat,kabupaten Karangasem.objek wisata putung mempunyai Jarak sekitar 64 km dari Kota Denpasar, ±19 km dari Kota Amlapura – ibukota kabupaten – dan mudah dicapai dengan angkutan umum,maupun kendaraan pribadi.putung Dikembangkan sebagai obyek wisata alam karena letaknya di daerah pegunungan yang dikelilingi oleh perkebunan salak.

Daya tarik utama obyek wisata Putung adalah keindahan alam yang merupakan perpaduan antara panorama perbukitan, lembah, laut, hutan, dan perkebunan salak dengan hawa sejuk menyegarkan. Dari tempat ketinggian dapat dilihat petak-petak sawah milik penduduk di Desa Adat Buitan – Kecamatan Manggis dan Labuhan Amuk dengan lautnya yang membentang luas membiru dengan perahu-perahu ( jukung ) nelayan yang sedang berlayar, kapal pesiar ( cruise ) yang kebetulan datang bersandar, dan dikejauhan Pulau Nusa Penida milik Kabupaten Klungkung nampak jelas terlihat. Obyek wisata Putung berdekatan lokasinya dengan obyek agrowisata salak Sibetan di Kecamatan Bebandem.

Putung menjadi terkenal dengan keindahan panorama alamnya berkat lukisan Mr. Christiano, seorang pelukis asal Italia yang tinggal beberapa lama di Putung dan memperistri seorang wanita Karangasem dari Desa Manggis.

Objek Wisata Pantai Jemeluk


Objek Wisata Pantai Jemeluk merupakan objek wisata primadona bagi wisatawan mancanegara dan nusantara. Terletak di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, berjarak sekitar 19 km dari Kota Amlapura – ibukota kabupaten,dan 12 km dari Tulamben, 33 km dari obyek wisata Candidasa, dan ±78 km dari Kota Denpasar. Obyek wisata ini termasuk dalam pengembangan kawasan pariwisata Tulamben.

Daya tarik utama obyek wisata ini adalah panorama alam bawah laut yang menyimpan potensi keindahan terumbu karang dengan beraneka ragam jenis ikan hias. Keberadaan terumbu karang yang masih asli tetap diupayakan pelestariannya dengan kehidupan nelayan dan aktifitas pembuatan garam tradisional oleh masyarakat setempat juga menjadi daya tarik tersendiri.

Objek Wisata Padangbai


Objek Wisata Padangbai dikembangkan sebagai obyek wisata alam dan budaya,Objek Wisata Padangbai barada dalam satu kawasan pengembangan pariwisata Candidasa, terletak di Desa Padangbai, Kecamatan Manggis – Karangasem. Jaraknya sekitar 25 km dari Kota Amlapura, 13 km dari obyek wisata Candidasa, dan sekitar 31 km dari Kota Denpasar.

Di tempat ini terdapat pelabuhan yang menjadi akses transportasi laut ke Pulau Lombok – NTB.

Nama Padangbai mendapat pengaruh dari Bahasa Belanda sebagai akibat dari adanya masa penjajahan yang sebelumnya bernama Teluk Padang. Lokasi ini merupakan sebuah teluk berpasir putih yang letaknya terlindung dari batu karang hitam yang kokoh. Karena lokasinya, maka kehidupan alam bawah lautnya terpelihara dengan baik.

Daya tarik yang dimiliki obyek wisata Padangbai di antaranya adalah pantai berpasir putih bersih dan tebal sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat berjemur sinar matahari atau berenang di laut. Keindahan panorama alam bawah lautnya sangat baik untuk diving dan snorekling karena menyimpan berbagai jenis terumbu karang dan ikan-ikan hias yang sangat indah.

Di tempat ini juga terdapat blue lagoon yang eksotis dan selalu menjadi incaran para wisatawan penyelam.

Pantai Candidasa

Pantai Candidasa merupakan pantai yang berpasir putih,pantai tersebut sebenarnya bernama Teluk Kehen, namun dalam perkembangannya seiring ditetapkannya pantai tersebut menjadi obyek dan daya tarik wisata, maka pantai Teluk Kehen berubah nama menjadi kawasan pariwisata Candidasa sesuai dengan nama pura yang ada di wilayah itu.


Pantai Candidasa terletak di Dusun Samuh, Desa Bugbug, Kecamatan Karangasem, berjarak sekitar 12 km dari Kota Amlapura dan sekitar 45 km dari Kota Denpasar. Pesona alam yang dikembangkan sebagai obyek wisata bahari ini dapat menjadi pilihan untuk melakukan berbagai aktifitas, seperti sun bathing, canoing, snorekling,fishing, trekking melalui perbukitan, dan yang tak kalah menariknya adalah keberadaan pulau-pulau kecil yang dapat dijangkau jaraknya dengan perahu nelayan .Pulau-pulau kecil tersebut menyimpan potensi panorama bawah laut berupa terumbu karang dan ikan hias.

Pantai Delod

Pantai Delod Berawah terletak di Desa Delod Berawah Kecamatan Mendoyo Kabupaten Jembrana,sebenarnya menyimpan keindahan panorama tersendiri yang sebagai obyek wisata pantai yang belum tergarap secara maksimal.padahal pemerintah kabupaten jembrana telah mengembangkan objek wisata ini diantaranya di bangun kolam renang air laut..
Fasilitas kolam ini dilengkapi, tempat bilas dan kamar mandi sudah berdiri megah. Rencana pengembangan berikutnya fasilitas ini akan dilengkapi dengan sarana-sarana penunjang seperti taman bermain untuk anak-anak, kios-kios serta penataan tempat parkir. Pengembangan akan dilakukan di timur kolam yang ada sekarang. Selain itu, kolam air laut mempunyai efek Hydrotherapy.

Taman Nasional Bali Barat


Taman Nasional Bali Barat sebagai kawasan pelestarian alam, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan, penelitian, rekreasi dan menunjang budidaya. Ciri khas Taman Nasional Bali Barat adalah terdapatnya burung jalak Bali (Leucopsar rothschildi) yang dapat hidup di alam bebas hanya di Taman Nasional Bali Barat. Secara Administratif Taman Nasional Bali Barat Berada di kabupaten Jembrana dan Buleleng Propinsi Bali. Diantara bulan Desember hingga Maret curah hujan di wilayah ini cukup tinggi.

» Fauna

Beberapa Satwa liar yang dapat diamati di Taman Nasional Bali Barat antara lain, Burung Jalak Bali (leucospar rothschildi), Banteng (Bos Javanicus), Kijang (Muntiacus Muntjak), Kancil (Tragulus Javanicus), Rusa (Cervus timorensis), Kucing Hutan (Felis Bengalensis), Kera abu-abu (Macaca fascicularis), Kera Hitam (Presbytis criscata), Jalak Putih (Stunus Melanopterus), Terucuk (Pycnonotus goiavier), Kepodang (Oriolus chinensis) Raja Udang (Halcyon chloris).

» Flora

Beberapa type vegetasi adalah Hutan mangrove didominasi oleh tumbuhan Bakau(Rhizophora sp), Savana lontar didominasi oleh tumbuhan lontar (Borassus flabelier), Hutan Hujan, hutan musim yang didominasi oleh tumbuhan Pilang(Acasia Leucophloea) sumber :jembranakab.go.id

Bunut Bolong


Bunut Bolong adalah sebuah objek wisata yang terletak di desa Manggisari kecamatan Pekutatan, 49 km ke arah timur dari kota Negara dan kurang lebih kurang 86 km kearah barat Kota Denpasar. Bunut Bolong adalah pohon Bunut yang batangnya bolong(berlubang) tumbuh lestari di mana di tengah batang/akar terdapat jalan raya yang menghubungkan kecamatan Pekutatan dengan Kabupaten Buleleng.
Yang menarik adalah alam lingkungannya sepanjang mata memandang penuh dengan pohon cengkeh, udara sejuk serta dingin , karena memang tempat ini berada di dataran tinggi, pemandangan yang indah hijaunya bukit-bukit dikejuhan sana dan sangat cocok untuk Wana Wisata. Setiap hari libur tempat ini cukup ramai dikunjungi pelancong,terutama dari kalangan remaja yang ingin menikmati udara segar dan kesejukan tempat ini.

Pantai Medewi

Pantai Medewi terletak di Desa Medewi 24 Km timur kota Negara dan 72 Km dari kota Denpasar,Pantai Medewi dapat dicapai dengan segala jenis kendaraan roda empat maupun roda dua.
Pantai medewi mempunyai keunikan dan daya tarik tersendiri jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain di Bali.Pantai Medewi mempunyai lekuk pantai yang indah dan menawan,ombaknya yang panjang dan lama pecah sangat cocok untuk tempat surfing.
Tidak heran jika banyak wisatawan domestik maupun mancanegara berlibur kepantai medewi untuk menikmati keindahan pantai dan untuk olahraga surfing serta untuk menikmati sunset yang indah.
Fasilitas yang ada disini juga lebih dari cukup misalnya fasilitas hotel. Fasilitas yang dimiliki Hotel pun cukup reprentatif bagi wisatawan Manca Negara ,dilengkapi dengan kolam renang dan Retauran yang ditata cukup artistik di halaman hotel tersebut.

Museum Arkeologi Gedung Arca


Museum Arkeologi ini terletak di Jalan Raya Tampaksiring desa bedulu kecamatan Blahbatuh gianyar Bali.
Koleksi Museum Arkeologi Gedung Arca saat ini berjumlah 185 buah yang terdiri dari dua kelompok yaitu dari masa prasejarah dan sejarah. Koleksi dari masa prasejarah di mulai dari jaman batu sampai jaman perunggu dan masa sejarah di mulai dari abad ke- 8 M sampai abad ke- 15 M. Koleksi-koleksi tersebut dipamerkan di halaman tengah, halaman dalam dan di depan Padmasana.

Taman Gajah Taro


Objek Wisata Taman Gajah Taro berada Di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Taman Gajah Taro berjarak kurang lebih sekitar 40 Km. Dari Kota Denpasar, ada sebuah hutan desa yang dihuni oleh sekelompok binatang sapi/lembu putih. Binatang ini sangat dikeramatkan dan disucikan oleh masyarakat sekitarnya maupun masyarakat Bali pada umumnya, karena binatang ini merupakan sarana pelengkap (saksi) upacara di Bali yaitu Ngasti (dan yang setingkat dengan upacara itu). Lembu Putih ini dibawa ke tempat upacara dan oleh penyelenggara upacara dituntun mengelilingi areal/tempat upacara mulai dari arah timur ke selatan dan seterusnya berkeliling sebanyak tiga kali, kemudian berakhir atau selesai di timur. Upacara ini disebut dengan Upacara Mepada (Maideran/Purwa Daksina). Setelah Upacara tersebut selesai Lembu Putih dikembalikan lagi ke hutan Desa Taro, tentunya sebelum dan sesudahnya telah disuguhi berbagai sesajian. Tetapi dengan keindahan alam pedesaan Taro yang sangat menarik, dewasa ini atas usaha seorang investor dan tentunya dengan persetujuan dari Pihak Pemerintah Gianyar, di sebelah areal hutan sapi/lembu putih Taro, juga telah dikembangkan sebuah atraksi wisata baru yaitu Trakking Gajah. Para wisatawan dapat menaiki gajah berkeliling hutan dengan melewati lorong / jalan setapak di sekitar Desa Taro. Bila diinginkan wisatawan dapat berenang dengan gajah didalam kolam yang sudah tersedia.

Pantai secret Ketewel

Pantai secret Ketewel terletak di pinggir jalan by pass Tohpati - Kusamba, Desa Ketewel, Kabupaten Gianyar Bali,ini banyak diburu para peselancar baik dalam ataupun mancanegara. "Pantai ini dinamakan Pantai Secret mengingat dulunya tidak ada seorangpun yang mengetahui potensi ombak pantai ini, yang baik dipergunakan sebagai tempat surfing. Serang peselancar asal Sanur menemukan pantai Secret. Di tahun 1988, bersama dua orang peselancar dari Kuta rekannya, Mereka memberanikan diri untuk menjajal ombak di pantai tersebut.
"Pantai Secret pada waktu itu masih sangat alami. Sebelum by pass Tohpati-Kusamba ada, untuk mencapai pantai tersebut, terlebih dahulu kita harus melalui terminal Batubulan. Dari Batubulan, perjalanan kemudian diteruskan dengan melalui persawahan sampai tiba di komplek perumahan tak jauh dari pantai. Kendaraan kemudian diparkir di perumahan tersebut dan perjalanan kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki melewati sawah. Oleh peselancar Sanur, pantai ini kemudian diberi nama Sanur Secret Point. Pada perkembangan selanjutnya, pantai ini makin ramai dikunjungi para wisatawan seiring dengan pesatnya jumlah kunjungan wisatawan terutama wisatawan asal Jepang yang berkunjung ke Bali. "Tahun 1994-1995 pantai ini sudah ramai oleh para peselancar terutama peselancar dari Jepang yang dibawa oleh peselancar dari Sanur. Tahun 1996,
sumber:gianyartourism.com