Tampilkan postingan dengan label Papua Barat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Papua Barat. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2012

Pulau Mioswar



Pulau Mioswar termasuk dalam wilayah Distrik Wamesa,Kabupaten Teluk Wondama. Pulau ini memiliki sumber air panas yang mengandung belerang tanpa kadar garam dan mengalir ke pantai yang berjarak sekitar 300 meter dari sumber air panas.

Di pulau ini juga terdapat gua bersejarah peninggalan masyarakat Numfor dimana didalamnya terdapat - antara lain - tengkorak
manusia, piring-piring antik, dan peti berukir.

Selain menikmati sumber air panas dan mengunjungi gua bersejarah, kegiatan lain yang dapat dilakukan di pulau ini adalah diving menikmati keindahan alam bawah laut, air terjun, dan pengamatan satwa, khususnya kelelawar.

Pulau Roon



Pulau Roon terletak di utara Semenanjung Wandamen Kabupaten Teluk Wondama dan termasuk dalam wilayah Distrik Wasior Utara. Di pulau ini terdapat Desa Yende dengan perumahan penduduknya yang unik yang berada di atas air.
Di tempat ini juga terdapat sebuah Gereja tua yang memiliki Kitab Suci terbitan tahun 1898.
Kegiatan lain yang dapat dilakukan di kawasan ini, antara lain:
diving/ snorkeling menikmati keindahan alam bawah laut, menikmati air terjun dan pengamatan satwa, khususnya burung.
Pulau Roon dapat dicapai dengan menggunakan longboat dari Wasior dengan waktu tempuh antara 1,5 – 2 jam. Di pulau ini tersedia fasilitas Pondok Wisata.

Pulau Nusrowi



Pulau Nusrowi berada di sebelah barat laut Pulau Rumberpon.Kabupaten Teluk Wondama. Pulau kecil yang mempunyai luas sekitar 4 Ha ini dikelilingi perairan dangkal yang penuh dengan terumbu karang dan berbagai jenis ikan hias. Di perairan sekitar pulau ini banyak dijumpai komoditas laut, seperti: ikan kerapu, teripang, dan lobster.Kegiatan yang dapat dilakukan di pulau ini antara lain: wisata pantai, diving/selam,pengamatan terumbu karang dan aneka ikan hias, serta memancing.Cara mencapai lokasi sama seperti ke Pulau Rumberpon. Dari Ransiki ke lokasi dengan longboat sekitar 1,5 jam.sangat cocok buat wisata keluarga di akhir pekan.

Pulau Rumberpon



Pulau Rumberpon terletak di bagian utara Kabupaten Teluk Wondama, berbatasan dengan Kabupaten Manokwari.Pulau ini memiliki pantai yang indah, yaitu Pantai Pasir Panjang, dari pasir kuarsa putih,tidak berkarang,dan panjangnya mencapai 6.000 meter. Air laut di sekitar pulau ini jernih dan terdapat rataan terumbu (reef flat) di sepanjang tepi pantai dengan profil dasar laut yang landai hingga sepanjang 100 meter ke tebing. Karang berkelas dunia tumbuh disini. Hamparan terumbu karang hampir tersebar merata mengelilingi pulau ini. Di kawasan perairan ini dapat dilakukan berbagai kegiatan,seperti: snorkeling, scuba diving,selancar angin, ski air, dan memancing. Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah pengamatan burung (misal:elang laut) dan satwa khas lainnya,seperti: kuskus. Di pulau ini juga terdapat padangan alam cukup luas dimana terdapat satwa buru rusa. Pada habitat mangrove dan padang lamun dapat ditemukan duyung dan penyu laut. Untuk mencapai Pulau Rumberpon dapat langsung dari Kabupaten Manokwari melalui jalur laut dengan menggunakan longboat selama 5,5 jam atau melalui jalan darat dari Manokwari ke Ransiki (memakan waktu sekitar 3 jam) yang kemudian dilanjutkan melalui laut dari Ransiki ke Pulau Rumberpon dengan menggunakan longboat selama sekitar 2 jam.
sumber:www.telukwondama.go.id

Danau Ayamaru



DANAU Ayamaru terletak di Distrik Ayamaru, Kabupaten Sorong Selatan, 216 kilometer arah barat Kota Sorong. Sejak dulu danau itu menjadi pusat transportasi, wisata, dan sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar.

Tetapi fungsi tersebut lama kelamaan hilang dalam beberapa tahun terakhir ini karena air danau Ayamaru menyurut hingga 50 meter, dan bahkan sebagian telah mengering. Sebagian areal danau sudah menjadi rawa dan ditumbuhi rumput-rumput

Pantai Walio



Pantai Walio, adalah sebuah objek wisata yang berada di Distrik Seget Selatan, sekitar 20 km dari pusat Kota Aimas.

Atau, kurang lebih 40 km dari pusat Kota Sorong. Di kawasan pantai itu terdapat hamparan pasir putih yang panjangnya mencapai puluhan kilometer.sangat cocok buat berlibur di akhir pekan bersama keluarga,

Pulau Um



Pulau Um. Pulau ini memiliki keindahan pantai yang landai pulau UM berjarak sekitar 45 Km dari kota sorong dan bisa di tempuh sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan.

Di sekitar pantai itu hidup dan berkembang ribuan ekor kelelawar dan burung elang laut (sea hawk). Jika Anda suka menyelam, jangan lupa untuk membawa perlengkapan selam Anda.

Pasalnya, Pulau Um akan memanjakan indera Anda dengan suguhan beragam ikan karag, penyu, lola, teripang, lobster, dan indahnya karang yang terpahat alami. Di Pulau Um ini, Anda juga akan mendapati ribuan kelelawar yang menjadikan pulau ini sebagai habitatnya.

Kawanan kelelawar ini hidup bergantungan di atas pohon

Pantai Tanjung Kasuari


Pantai Tanjung KasuariPantai Tanjung Kasuari terletak di Kota Sorong, Provinsi Papua Barat. Pantai yang indah tersebut menjadi salah satu tempat rekreasi utama yang paling sering dikunjungi hampir setiap harinya oleh masyarakat Sorong maupun dari luar Sorong.

Pantai Tanjung Kasuari Berjarak sekitar 7 Km dari pusat kota Sorong.Pantai Tanjung kasuari bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan Roda empat maupun roda dua.kalo yang tidak punya kendaraan juga ada angkot yang menuju Pantau Tanjung Kasuari.

Udara yang sejuk, pasir yang cukup putih, air laut yang cukup jernih serta banyak hamparan pohon kelapa di sekitar pantai. membuat orang-orang dari daerah sorong dan sekitarnya senang untuk berekreasi kesana.apalagi di waktu sore atau di akhir pekan.

Pantai Katatop



Wisata alam Pantai Katatop lengkap dengan gugusan Pulau Mangrove. Lokasi wisata itu terletak sekitar 10 km dari Aimas atau sekitar 30 km dari pusat Kota Sorong.

Di sini para wisatawan bisa menyaksikan gugusan pulau yang sangat indah dan ideal untuk rekreasi pantai bersama keluarga di waktu akhir pekan.apalagi menikmati keindahan matahari yang tenggelam di waktu sore hari.

Pulau Waigeo



Pulau Waigeo merupakan sebuah pulau yang berada di provinsi Papua Barat. Pulau Waigeo ini juga dikenal dengan nama Amberi, atau Waigiu.Pulau Waigeo merupakan pulau yang terbesar dari empat pulau utama di kepulauan Raja Ampat ,jarak antara Pulau Waigeo dengan Halmahera sekitar 65 km. Tiga pulau lainnya Salawati, Batanta dan Misool.
luas wilayah kepulauan waigeo adalah sekitar 3.155 km ²,dan mempunyai ketinggian hampir 1000 m . luas wilayah pulau waigeo Dari barat ke timur pulau sekitar 110 km,sedangkan dari utara ke selatan sekitar 50 km.
Sejak 1997, pulau ini telah menjadi tempat budidaya mutiara dimiliki oleh perusahaan Australia Atlas Pasifik

Pulau Kofiau



Kofiau adalah sebuah pulau di wilayah Raja Ampat, Papua Barat, yang menyimpan peradaban salah satu suku laut di Indonesia. Sebelum abad 18, Kofiau menjadi kawasan jajahan Kerajaan Ternate. Legenda setempat menyebut asal kata Kofiau dari kisah kopiah Raja Jailolo yang tertinggal di pulau besar ini. Adapun Betew adalah suku yang menghuni pulau tersebut. Suku perantau dari Pulau Waigeo atau wilayah utara dari Kofiau yang hanya berjarak 60 mil. Sejak abad 19, suku Betew telah mendiami Pulau Kofiau dan berbaur dengan para pendatang dari Pulau Biak. Dan hingga saat ini, laut seperti tak akan pernah lepas dari tali kehidupan suku Betew. Mereka memang mendiami bibir pantai. Dan mengambil ikan sekadarnya hanya untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari.Perairan Kofiau jelas memiliki kekayaan hayati yang berlimpah.

Pulau Misool



Pulau Misool adalah suatu pulau yang terletak di daerah raja ampat dan berbatasan dengan laut seram. Daerah ini terletak di kepala burung papua barat dan dekat dengan kota sorong . Misool terbagi atas dua bagian yaitu misool timur selatan dan misool barat. Daerah ini terkenal juga dengan keanekaragaman budaya, adat, laut dan darat yang begitu terkenal di dunia. misool termasuk daerah segitiga karang dunia dan puluhan banyak ikan hias yang terdapat di dalam lautnya yaitu sekitar 75% ikan hias dan segitiga karang dunia juga terdapat di daerah misool ini. Dan daerah ini juga memiliki laut lepas yang sangat luas sekali sehingga menjadi jalur lintasnya hewan-hewan besar yaitu seperti ikan paus dan gurita. Menurut informasi dari masyarakat setempat bahwa gurita sering di temukan pada malam hari sedangkan ikan paus di temukan pada siang hari, sehingga daerah misool dikenal atau boleh dikatakan dengan daerah yang penuh misterius karena masih banyak terdapat hewan laut yang besar2 di daerah ini dan yang sudah langka di dunia.

Pantai Bakaro



Pantai Bakaro terletak sekitar 3 km ke arah timur Pantai Pasir Putih. Kedua pantai ini di pisahkan oleh sebuah kampung Pasirido, tempat bermukim sebagian besar masyarakat Biak Numfor. Untuk tiba di tempat ini, pengunjung dapat menggunkan kendaraan umum roda empat atau sepeda motor. Menikmati Atraksi pemanggilan ikan dari laut lepas ke perairan tepian pantai dengan menggunakan sumpritan untuk kemudian diberi makan menjadi daya tarik wisata yang memiliki keunikan tersendiri.

Pasir Putih



Pasir Putih adalah objek wisata alam pantai yang banyak dikunjungi oleh masyarakat terutama pada hari libur. Terletak sekitar 4 km dari pusat kota Manokwari, dapat dicapai dengan kendaraan roda dua dan roda empat dan dapat di tempuh sekitar 10 menit. Pantai ini berpasir kuarsa putih, airnya jernih dengan panorama Pulau Mansinam di depannya, sangat aman dan nyaman untuk kegiatan rekreasi keluarga, berenang dan kegiatan olahraga air lainnya.

Danau Kabori



Danau Kabori terletak sekitar 20 km dari kota manokwari Papua Barat.Danau kabori bisa di tempuh dari kota manokwari menuju kearah selatan dengan menggunakan kendaraan umum atau sepeda motor .Danau ini kini dijadikan sebagai tujuan objek wisata yang banyak dikunjungi masyarakat setempat. panorama alam sekitarnya terlihat kontras dan unik. Aktifitas yang dapat dilakukan di pantai dan danau ini antara lain memancing, berperahu dan berenang.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih



Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove dan hutan tropika daratan pulau di Papua/Irian Jaya.
Taman Nasional Teluk Cendrawasih merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia, terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%), dan perairan lautan (89,8%).
Potensi karang Taman Nasional Teluk Cendrawasih tercatat 150 jenis dari 15 famili, dan tersebar di tepian 18 pulau besar dan kecil. Persentase penutupan karang hidup bervariasi antara 30,40% sampai dengan 65,64%. Umumnya, ekosistem terumbu karang terbagi menjadi dua zona yaitu zona rataan terumbu (reef flat) dan zona lereng terumbu (reef slope). Jenis-jenis karang yang dapat dilihat antara lain koloni karang biru (Heliopora coerulea), karang hitam (Antiphates sp.), famili Faviidae dan Pectiniidae, serta berbagai jenis karang lunak.
Taman Nasional Teluk Cendrawasih terkenal kaya akan jenis ikan. Tercatat kurang lebih 209 jenis ikan penghuni kawasan ini diantaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish.
Jenis moluska antara lain keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas).
Terdapat empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu sering terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

Teluk Triton



Teluk Triton terletak di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.
Daerah ini dikenal dengan keindahan bawah air yang dikenal sebagai sorga bawah laut dan warisan budaya.
untuk pergi ke Teluk Triton. Dari Port Kaimana, akan memakan waktu sekitar 3 jam dengan perahu panjang dan sekitar satu setengah jam dengan speedboat ke Teluk Triton.
Kawasan di Teluk Triton terdapat 959 jenis ikan karang dan 471 jenis karang di mana 16 dari mereka adalah spesies baru. Keindahan karang lunak adalah pemandanganan air alami di Teluk Triton. Serta dengan mudah menemukan Bryde’s paus mencari makanan.
Gambar kuno dari jaman pra-sejarah di sisi gunung menunjukkan telapak tangan dan binatang di Maimai adalah keindahan budaya yang semenarik dunia bawah laut di Teluk ini.

Pulau Venue



Pulau Venue, adalah salah satu pulau kecil yang berada di sebelah selatan Distrik Buruway yang luasan hanya sekitar 15 ha. Pulau ini memiliki pantai pasir yang putih dan terumbu karang yang indah. Sesuai namanya, merupakan relung bertelur Penyu Belimbing dan beberapa satwa endemic maupun satwa migran. Pantai pasir putih merupakan tempat bertelur Penyu Belimbing dan Burung Maleo. Satwa migran seperti Pelikan dari Australia secara periodik setiap tahun hadir di pulau ini untuk sekedar menghindari musim yang ekstrim di habitat asalnya dan terkadang menjadikan pulau ini sebagai relung untuk berkembang biak. Pada siang hari, kelelawar banyak bergantungan di pohon Cemara pantai yang tumbuh di pulau ini untuk beristirahat menunggu malam tiba, kembali beraktivitas mencari makan. Di tengah pulau terdapat laguna (kolam karang), merupakan habitat beberapa biota laut. AnakPenyuDi Pulau Venue pun menyimpan situs berupa kuburan keramat yang hingga kini secara fisik masih terlihat. Perairan laut di sekeliling pulau memiliki terumbu karang dengan berbagai bentuk dan aneka warna, beragam jenis biota laut berasosiasi dengan terumbu karang memunculkan panorama dasar laut yang menakjubkan. Pulau Venue dapat dijangkau melalui laut dengan rata-rata waktu tempuh 3 – 5 jam dari ibu kota Kabupaten Kaimana; 1 – 1,5 jam dari ibu kota Distrik Buruway dan 20 – 30 menit dari Pulau Adi menggunakan long Boat/Speed Boat.
Sumber : www.kaimanakab.go.id

Masjid Tua Patimburak Fakfak



masjid tua di Kampung Patimburak Masyarakat setempat mengenal masjid ini sebagai Masjid Tua Patimburak. Menurut catatan sejarah, masjid ini telah berdiri lebih dari 200 tahun yang lalu, bahkan merupakan masjid tertua di Kabupaten Fakfak. Bangunan yang masih berdiri kokoh dan berfungsi hingga saat ini dibangun pada tahun 1870, seorang imam bernama Abuhari Kilian.

Aura tradisional muncul saat menyambangi lokasi masjid tua ini. Di kampung yang dihuni tak lebih dari 35 kepala keluarga tersebut anda akan mendapati kesederhanaan yang menyatu dari bangunan masjid dan kehidupan masyarakatnya.

Sekilas bangunan masjid seluas tidak lebih dari 100 meter persegi ini tampak biasa. Namun coba perhatikan lebih seksama. Masjid ini memiliki keunikan pada arsitekturnya, yaitu perpaduan bentuk masjid dan gereja. Musa Heremba, imam Masjid Patimburak mengaku bangunan masjid ini telah mengalami beberapa kali renovasi. Meski mempertahankan bentuk aslinya, namun material asli yang belum diganti adalah empat buah pilar penyangga yang terdapat di dalam masjid.

Pada masa penjajahan, masjid ini bahkan pernah diterjang bom tentara Jepang. Hingga kini, kejadian tersebut menyisakan lubang bekas peluru di pilar masjid.