Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Klaten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Klaten. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Maret 2011

Candi Prambanan

Candi Prambanan Sebagai peninggalan kebudayaan Hindu terbesar di Indonesia, Candi Prambanan memang memiliki pesona keindahan tersendiri. Sebab selain bentuk bangunan dan tata letaknya yang menakjubkan, candi Prambanan juga menyimpan kisah sejarah dan legenda yang sangat menarik wisatawan. Tak heran bila candi yang terletak di tepi jalan raya 17 Km dari Yogyakarta menuju Solo ini menjadi obyek wisata andalan bagi kedua kota tersebut.

Komplek candi yang dibangun pada abad 9 M ini memiliki tiga bangunan utama berarsitektur indah setinggi 47 meter. Ketiga bangunan tersebut melambangkan Trimurti, yaitu ajaran tentang tiga dewa utama yang terdiri dari Candi Siwa (Dewa Pelebur) di tengah,
Candi Brahma (Dewa Penjaga) di selatan, dan Candi Wisnu (Dewa Pencipta) di utara. Kemudian di depan bangunan utama ini terdapat tiga candi yang lebih kecil sebagai perlambang Wahana (kendaraan) dari Trimurti. Ketiga candi tersebut adalah Candi Nandi (kerbau) yang merupakan kendaraan Siwa, Candi Angsa kendaraannya Brahma, dan Candi Garuda kendaraan Wisnu.
Para wisatawan juga dapat melihat dan mengikuti kisah cerita Ramayana yang reliefnya dipahatkan searah jarum jam pada dinding pagar langkan Candi Siwa dan bersambung di Candi Brahma. Sedangkan pada pagar langkan Candi Wisnu dipahatkan relief cerita Krisnayana.
Memasuki Candi Utama (Candi Siwa) dari arah utara, wisatawan juga dapat melihat patung seorang putri cantik bernama Roro Jonggrang. Menurut legenda, Roro Jonggrang adalah putri Raja Boko yang ingin dinikahi oleh Bandung Bondowoso, seorang lelaki perkasa Putra Raja Pengging. Roro Jonggrang yang tidak mencintai Bandung, berusaha menolak pinangan ini dengan mengajukan syarat agar dibuatkan seribu candi dalam satu malam.
Dengan kekuatan supranatural, Bandung menyanggupi syarat tersebut dan hampir berhasil menyelesaikan tugasnya. Roro Jonggrang yang panik, berusaha menggagalkan keberhasilan ini dengan mengerahkan para wanita desa untuk membakar jerami dan menumbuk padi sehingga suasananya berubah seperti pagi hari.
Mengira tenggat waktunya telah berakhir, semua kekuatan supranatural yang membantu Bandung berlarian. Tak ayal, pekerjaan yang nyaris selesai akhirnya terbengkalai. Kegagalan ini tentu saja membuat Bandung murka. Dan karena tidak dapat menahan amarahnya, Bandung mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah patung.
Kisah legenda tersebut secara lengkap dapat wisatawan lihat di gedung Museum yang berada di dalam lokasi Candi Prambanan. Sebab selain memiliki ruang Audio Visual yang memutarkan film selama 15 menit tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasi dan purna pugarnya secara lengkap, Museum ini juga memamerkan koleksi benda-benda arkeologi serta perhiasan-perhiasan peninggalan raja Mataram kuno yang ditemukan di Wonoboyo, Klaten.

Candi Plaosan

Candi Plaosan Terletak di Dukuh Plaosan, Desa Bugisan Kecamatan Prambanan. Jarak dari kota Klaten ± 14 km kearah barat.

Candi Plaosan ini terdiri dari dua kelompok candi yaitu :
- Kelompok candi Plaosan Kidul, kelompok candi ini telah banyak mengalami kerusakan.
- Kelompok candi Plaosan Lor, kelompok candi ini terdiri dari dua buah candi induk yang dikelilingi oleh 116 buah stupa perwara dan 50 buah candi perwara. Candi induk Plaosan Lor dipugar pada tahun 1962 oleh Dinas Purbakala. Didalam kamar candi Induk terdapat 6 buah arca Dhyani Budisatwa antara lain :
- Awalokiteswara;
- Wajrapani;
- Padmapani;
- Berdasarkan prasasti pendek yang dipahatkan pada perwara mungkin candi Plaosan dibangun atas kerjasama antara Raja Pikatan dan Cri Kahulunan. Perpaduan antara Budha dan Hindhu.
- Bertitik tolak dari hal tersebut diatas, maka diperkirakan candi Plaosan dibangun pada abad ke IX AD (After Date).
- Candi Induk menghadap ke barat.
- Luas areal candi ± 4.529,06 m2
- Fungsi : sebagai obyek wisata peninggalan benda bersejarah dan upacara keagamaan agama Budha.
Wisatanesia.com-Deles Indah merupakan Obyek Wisata yang terletak di lereng kaki gunung Merapi sebelah timur ± 25 km dari Kota Klaten, Deles berada di Wilayah Desa Sidorejom Kecamatan Kemalang, dengan ketinggian antara 800 m – 1300 m diatas permukaan laut.
Deles mempunyai potensi spesifik suasana pemandangan alam pegunungan. Dari obyek wisata deles dapat dilihat pemandangan puncak Merapi dengan nyata, pemandangan kota Klaten yang dihiasi dengan cerobong Perusahaan Gula gondang Baru & perusahaan Ceper Baru dengan berselendangkan Rowo Jombor dengan Jajaran Gunung Kapurnya merupakan Panorama yang Indah.
ImageDari pengamatan keadaan yang ada dapat dikatakan bahwa Deles Indah dapat dicapai :
Klaten / Gondang Kemalang Deles
Boyolali Jatinom Kemalang Deles

Candi Sewu

Candi Sewu Masih di kawasan Candi Prambanan, kurang lebih 1 km di utara, wisatawan juga dapat melihat komplek bangunan suci Candi Sewu. Agak berbeda dengan Prambanan, Candi Sewu merupakan peninggalan kebudayaan Buddha kedua terbesar setelah Borobudur.

Berdasarkan prasasti dan data arsitekturnya, Candi Sewu dibangun sekitar tahun 782 M–792 M, tepatnya pada masa pemerintahan Rakai Panakaran dan Rakai Panaraban (seorang raja besar Mataram kuno). Dan merajuk pada prasasti berangka tahun 714 C atau 792 M yang ditemukan pada tahun 1960 disini, nama asli Candi Sewu adalah Manjus’rigrha atau rumah Manjusri, yaitu salah satu Boddhisatwa dalam agama Buddha.

Segala informasi yang berkenaan dengan Candi Prambanan, berikut berbagai jenis cindera mata, hingga buku-buku kepariwisataan dan potensi tujuan wisata sekitar DIY atau Jateng, bisa wisatawan dapatkan di Pusat Penerangan Candi Prambanan. Dan demi memudahkan wisatawan menikmati segala keindahan, disediakan sebuah rangkaian Kereta Mini yang akan mengelilingi kawasan Taman Wisata Candi Prambanan hingga ke Candi Sewu.

Selain itu, kawasan Taman Wisata Candi Prambanan juga memiliki Arena Bermain Anak-Anak yang sejuk dan nyaman, dimana sering digunakan sebagai tempat lomba burung berkicau. Masyarakat umum juga dapat memanfaatkan Bumi Perkemahan Rama Shinta yang tersedia di dalam kawasan untuk acara-acara pertemuan, acara keluarga, ulang tahun, perpisahan sekolah maupun resepsi pernikahan. Sebab di Bumi Perkemahan tersedia tempat parkir, pendopo, toilet, kamar mandi dan lapangan olahraga yang dapat dimanfaatkan. Bahkan disini juga tersdia penyewaan tenda, pengeras suara, meja, kursi, lampu penerangan dan acara kesenian Reog, Jatilan.

GUNUNG WATU PRAHU

GUNUNG WATU PRAHU Gunung ini merupakan salah satu obyek wisata yang mempunyai jarak dari kota Klaten ± 15 km, terletak di Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, obyek ini merupakan potensi spesifik suasana alam pegunungan dan pemandangan alam, menurut hasil penyelidikan dari Dinar Arkcheologie Bandung, gunung Watu Prahu berumur ± 160.000 tahun dan terdapat fosil – fosil dan bermacam – macam batuan. Dinamakan gunung Watu Prahu karena mempunyai ciri khas berbentuk seperti perahu, obyek ini merupakan daerah yang dilindungi kelestariannya, dan menurut cerita pantek pulau Jawa bukan gunung Tidar namun gunung Watu Prahu.

Disamping Gunung Watu Prahu terdapat juga :
- Fosil kece ;
- Batu Marmmer ;
- Hutan Jambu di gunung Kunang seluas ± 14ha ;
- Musium Geologi UGM Yogyakarta.

Prasarana jalan menuju Gunung Watu Prahu dapat dicapai :
- Klaten – Wedi – Bayat – Gunung Watu Prahu ;
- Kartosuro – Delanggu – Karangwuni – Pedan – Cawas – Bayat – Gunung Watu Prahu.

Rowo jombor

Rowo jombor terletak di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat yang dilator belakangi oleh pegunungan kapur.
Jarak ± 8 km kea rah tenggara dari kota Klaten
Luas Kawasan 198 ha
Panjang Tanggul 7,5 km
Lebar Tanggul 12 m
Kedalam 4,5 m
Daya Tampung Air 4.000.000 m3
Menurut cerita penduduk sejak dahulu kala ( tidak di sebut tanggal dan tahunnya) ada upacara getekan di Rowo Jombor tersebut yang bertepatan dengan upacara Syawalan di Sendang Bulus Jimbung dan sampai sekarang banyak di kunjungi oleh wisatawan.

Prasarana jalan menuju Obyek Wisata Rowo Jombor dapat dicapai :
- Klaten Bentogantungan Puslatpur Jimbung Rowo Jombor;
- Stasiun Kotya Klaten Buntalan Jimbung Rowo Jombor;
- Terminal Colt Karangwuni Pedan Cawas Bayat Rowo Jombor Kondisi jalan cukup baik, beraspal sampai tujuan.

Di lingkungan Obyek wisata Rowo Jombor terdapat :

a. Rumah Minangkabau
Rumah ini dibangun pada waktu Gubernur Muchtar tahun 1958 yang digunakan sebagai tempat pertemuan dan rekreasi

b. Taman Rekreasi anak anak di Bukit Sidoguro

c. Gua Kendil dan Gua Payung
Yaitu gua alam yang berbentuk Kendil dan Payung yang terletak di sebelah selatan bukit Sidoguro.

d. Sendang Bulus Jimbung
Sendang ini terletak di Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes.
Luas Sendang 9 m x 8 m = 72 m2
Luas Kawasan 1.000 m2
Dihuni bulus yang bernama Nyi dan Ki Poleng, tempat ini digunakan untuk kegiatan upacara Tradisional Syawalan.

Sumber Air Ingas

Obyek wisata Sumber Air Ingas memiliki luas ± 15.000 m2 terbentang dipinggiran kali busur yang mengalir dari utara ke selatan, sehingga pengunjung yang akan memasuki obyek wisata ini harus meniti jembatan gantung yang justru merupakan daya tarik sendiri dari obyek obyek wisata yang lain.

Sumber Air Ingas dengan panorama alamnya yang sejuk dan indah, dan juga disini ada kolam renang, warung warung untuk santai serta lahan untuk tempat peristirahatan yang teduh di bawah rindangnya pepohonan yang besar dan kicauan burung.
Obyek wisata ini sangat ramai apabila menjelang bulan puasa tiba banyak pengunjung yang padusan di obyek ini dengan kepercayaan bahwa puasanya akan dapat lancer tanpa halangan suatu apapun harinya yaitu (H -2).

Dari prasarana yang ada Obyek Wisata ini dapat dicapai melalui :
- Klaten – Karanganom – Tulung – Sumber Air Ingas ;
- Delanggu – Polanharjo – Sumber Air Ingas;
- Klaten – Jatinom – Tulung – Sumber Air Ingas;
- Banyudono – Boyolali – Tulung – Sumber Air Ingas.

Jarak ± 17km kearah utara dari kota Klaten
Terletak Di Desa Cokro Kecamatan Tulung.
Luas Kawasan 15.000 m2
Fungsi Sebagai tempat rekreasi, dan air dipergunakan untuk air minum Kraton Surakarta Hadiningrat atas prakarsa Paku Buwono ke X

GUA SURAN

GUA SURAN adalah Sebuah gua yang terletak di Kalurahan Jatinom, Kecamatan Jatinom. Gua ini dipergunakan sebagai tempat sujud dan semedi Kyai Ageng Gribig pada waktu belum bias membuat masjid. Gua berbentuk leter L dengan kedalaman ± 4 m.
Disamping gua terdapat Sendang Suran sebagai tempat wudlu Kyai Ageng Gribig. Lokasi ini sekarang dipergunakan untuk tempat penyebaran apem yang dilakukan tiap tiap bulan Syapar. Di samping itu terdapat :
- Gua Belan, merupakan terowongan yang kedalamannya ± 8 m, yang digunakan untuk rekreasi yang sangat menarik bagi muda mudi;
- Sendangn Plampeyan.
- Taman Rekreasi anak anak di Plampeyan luas ± 700m2 disebelah selatan makam Kyai Ageng Gribig.

Candi Lumbung

Candi Lumbung Terletak di Dukuh Tlogo, Desa Tlogo Kecamatan Prambanan. Candi Lumbung BerJarak dari kota Klaten ± 15 km kearah barat. Candi Lumbung terdiri dari sebuah candi induk yang dikelilingi oleh 16 candi Perwara.
Candi induk ini menghadap ke timur, berkamar kosong dan atapnya berbentuk Stupa.

Luas areal candi 545,35 m2
Fungsi sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah
Pengunjung rata rata ± 2.000 orang tiap bulan

Candi Bubrah

Candi Bubrah Terletak di Dukuh Klurak, Desa Tlogo Kecamatan Prambanan Klaten.Candi ini terletak disebelah utara Candi Lumbung ± 300 m, nama Bubrah mungkin diambil dari keadaan candinya yang sudah bubrah atau rusak.
Masa pendiriannya sama dengan candi Sewu pada abad XI Candi Induk menghadap ke timur.
Jarak dari kota Klaten ± 14 km kearah barat.

Luas areal candi 343,80 m2
Fungsi sebagai obyek wisata peninggalan bersejarah
Pengunjung rata rata ± 53 orang tiap bulan