Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Brebes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kabupaten Brebes. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Maret 2011

Makam Kyai Juned Randusanga


Makam Kyai Juned Randusanga Berlokasi di desa Randusanga Wetan, sekitar 9 Km arah utara Kota Brebes.
Menurut sejarah, kyai juned dalam perjalanan dari demak menuju Cirebon, singgah di suatu tempat di bawah pohon randu berjejer sembilan, sambil menunggu datangnya seorang ulama dari India. Setelah rombongan Ulama datang beserta walisongo, kyai Juned di perintahkan teteap tinggal di daerah Pohon randu tersebut sambil menyebarkan agama Islam hingga akhir hayatnya.

Waduk Malahayu


Waduk Malahayu adalah sebuah waduk yang menjadi Obyek Wisata di kabupaten Brebes yang terletak + 30 km dari kota Tanjung/Jalan raya Brebes-Cirebon, tepatnya di desa Malahayu kecamatan Banjarharjo sebuah tempat wisata waduk yang menawarkan kesejukan, suasana yang nyaman dan keindahan alam yang nyaman dan keindahan alam yang mempesona dilengkapi perahu (sampan), kolam renang anak dan becak air. Selain itu juga dapat diperoleh kerajinan tangan khas daerah tersebut yaitu keramik Malahayu, tape ketan daun jambu dan pisang khas Banjarharjo.

Cipanas dan Tirta Husada


Cipanas dan Tirta Husada adalah Tempat pemandian air panas untuk terapi penyakit diantaranya penyakit pegal-pegal, rheumatik, dan juga sebagai tempat rekreasi yang cukup nyaman apalagi waktu musim liburan datang, terletak di desa Kedungoleng Kecamatan Paguyangan.

Air Panas Cipanas Buarana
* Lokasi : Desa Pangebatan kecamatan Bantarkawung.
* Jarak Tempuh : Dari Ibu Kota Kabupaten 70 Km dan dari Kota Bumiayu 6 Km
* Luas Kawasan : 1 Ha
* Di Bangun : Tahun 1976
* DayaTarik Wisata : Pemandangan alam pegunungan hutan pinus , Air panas yang dapat menyembuhkan penyakit kulit , rematik dan lain lain.
* Fasilitas : Kamar mandi, penginapan ekonomi dan utama, kolam renang anak dan mushola, warung makan dan tempat parkir.

Pemandian Air Panas Tirta Husada Kedungoleng.
* Lokasi : Desa Kedungoleng
* Jarak Tempuh : Dari Ibukota Kabupaten 75Km, Ibukota Kecamatan 6 Km, Dari Kota Bumiayu 12 Km.
* Daya Tarik Wisata : Pemandangan Alam Pegunungan Hutan pinus , mandi air panas yang dapat menyembuhkan penyakit kulit, rematik dan lain lain.
* Fasilitas : Kamar Mandi, tempat bermain anak anak, gasebo, tempat parkir, dan warung makan.

Pantai Randusanga


Pantai Randusanga Indah Berlokasi di Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes yakni sekitar 7 km dari jalan raya Pantura kota Brebes. Di sepanjang jalan menuju pantai Randusanga akan banyak ditemui perkebunan bawang merah yang terhampar luas, sedangkan mendekati lokasi pantai, akan banyak di temui tambak- tambak yang umumnya di-gunakan untuk budidaya bandeng dan rumput laut.

Di lokasi pantainya sendiri akan di-jumpai panorarama pantai yang masih alami disertai fasilitas mainan anak, mandi laut, panggung gembira, arena balap motor (grass track), camping ground, kafe dan rumah makan khas ikan laut bakar serta kios-kios yang menjual oleh-oleh khas Brebes berupa telur asin dan ba- wang merah. Menjelang senja hari, para pengunjung dapat menikmati indah- nya panorama terbenamnya matahari di cakrawala pantai Randu- sanga.

Telaga Ranjeng


Telaga Ranjeng yang berJarak tempuh +/- 10 km kearah pabrik Teh Kaligua, sebuah hutan lindung dengan telaga alam yang dipenuhi oleh ribuan ikan lele.
Telaga Ranjeng, berlokasi di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Telaga Ranjeng merupakan objek wisata air potensial di kabupaten Brebes.
Telaga Ranjeng yang dibangun tahun 1924, berada di bawah kaki Gunung Slamet dan merupakan bagian dari kawasan cagar alam milik Perhutani Pekalongan Timur. Cagar alam tersebut memiliki luas empat puluh delapan setengah hektar terdiri dari hutan damar dan pinus yang mengelilingi telaga, yang sebelumnya merupakan tempat mandi para tokoh kerajaan di Jawa.
Daya tarik dari Telaga Ranjeng adalah udara pegunungan yang sejuk, hutan lindung, cagar alam, serta terdapat beribu-ribu ikan lele yang jinak dan dianggap keramat, yang dianggap sebagai penghuni telaga.
Konon ikan lele penunggu Telaga Ranjeng yang memiliki kedalaman tiga meter, hanya bisa diajak bermain -main dan tidak diperkenankan untuk diambil meski hanya satu ekor.
Penunggu telaga menceritakan pernah ada seorang wisatawan yang mencoba mengambilnya namun sampai di rumah orang tersebut kemudian sakit-sakitan baru sembuh setelah mengembalikan ikan lele ke Telaga Ranjeng.
Benar atau tidaknya cerita tersebut, yang jelas Telaga Ranjeng merupakan aset wisata yang memiliki daya tarik tersendiri sehingga dibutuhkan peran serta masyarakat sekitar dan pemerintah untuk mengembangkan tempat tersebut

Kebun Teh Kaligua


Kebun Teh Kaligua yang mempunyai Jarak tempuh +/- 10 km kearah timur dari kecamatan Paguyangan kabupaten brebes, Pesona kebun Teh dan pemandangan alam yang indah,serta terdapat sebuah Gua,orang memberi nama Gua Jepang yang bersejarah, sebuah paket wisata pegunungan yang mengasyikkan.

Waduk Penjalin



Waduk Penjalin memiliki luas 1,25 km2 dan isi 9,5 juta m3, terletak di tengah-tengah Desa Winduaji , 2,4 km arah selatan ibu kota Kecamatan Paguyangan . Dari ibu kota kecamatan ke arah selatan jurusan Purwokerto , kemudian sampai Desa Winduaji belok kanan ke lokasi waduk. Dari kota Paguyangan jaraknya 6 km, dari kota Bumiayu 12 km. Sedangkan dari Purwokerto 30 km. Waduk Penjalin terletak perbatasan Kab Banyumas dan Kab. Brebes.
Waduk ini dibangun tahun 1930 oleh pemerintah kolonial Belanda bersamaan dengan Waduk Malahayu. Air waduk ini dipersiapkan untuk menyuplai irigasi Sungai Pemali bawah dan areal persawahan. Penjalin dalam Bahasa Jawa berati rotan.
Di bagian muka waduk ini terdapat tanggul dengan ketinggian 16 m, lebar 4 m, dan panjang 850 m. Keliling waduk dikitari pedukuhan Mungguhan, Keser Kulon, Kali Garung, Kedung Agung, Soka, Karangsempu, Pecikalan, dan Karangnangka. Sedangkan di sebelah timur yang merupakan tanggul dan pintu gerbang waduk adalah dukuh Keser Tengah.
Warga sekitar memanfaatkan kekayaan alam sekitar waduk sebagai tempat mencari nafkah, antara lain mencari ikan, memelihara keramba apung, dan pada saat Lebaran warga menyewakan perahu untuk rekreasi air keliling waduk. Sekarang, waduk itu banyak dimanfaatkan warga kota untuk berlibur dan bersantai seperti pengunjung dari Purwokerto, Cilacap, dan Purbalingga.

Pada setiap Idul Fitri diselenggarakan Pekan Wisata Idul Fitri dengan acara lomba menangkap itik, pentas dangdut dan permainan ketangkasan anak.

Makam Mbah Rubi Klampok


Makam Mbah Rubi Klampok Terletak di desa Klampok, sekitar 3 Km arah barat kota brebes. merupakan makam Ulama Besar dan sangat di keramatkan serta merupakan penyebar Agama Islam pertama di Brebes, terletak juga komplek makam Bupati Brebes, Singosari Pranotoyudo beserta Istri, serta makam pejabat awal berdirinya brebes.